Kamis, 24 Februari 2011

Membuat Es Mambo

Bunda sering sekali mengajak Fadhl bermain di dapur, mengenalkan peralatan dapur dan membiarkan Fadhl melihat serta sesekali membantu pekerjaan di dapur.

Pekerjaan yang biasa di lakukan Fadhl misalnya mengambilkan sesuatu  yang mudah, memulung-mulung kue, memasukkan adonan, dan lainnya.

Beberapa waktu lalu bunda mengijinkan Fadhl melihat proses pembuatan es mambo, memang bunda sering membuat es mambo, supaya anak-anaknya tidak jajan di luar.

Mudah sekali caranya, hanya sirup diberi air, dimasukkan ke dalam plastik es, lalu diikat dan ditunggu hingga es mengeras... Mudah bukan.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil oleh Fadhl adalah :

  • Meracik sirop dengan air. Jumlah air menyesuaikan dengan banyaknya sirop yang dimasukkan ke wadah, sehingga tercipta rasa manis yang pas dan diinginkan
  • Warna asli sirop setelah dicampur dengan air akan berubah menjadi lebih muda, karena kepekatannya juga berubah
  • Untiuk memasukkan air kedalam wadah yang kecil, butuh bantuan corong , sehingga air tidak tumpah
  • Air sirop yang telah masuk ke dalam plastik es mambo, tdak boleh penuh, karena ujung plastik akan diikat sehingga tidak tumpah
  • Air sirop dimasukkan ke dalam freezer sehingga terjadi perubahan dari cair menjadi es
  • setelah es mambo jadi, dalam bentuk padat dan dingin, enak sekali loh menyantapnya..


air sirup
Sudah masuk ke plastik

Ini buatan aku
ada berapa yaaa


Fadhl mau yang kecil




Salam
Eva dan Fadhl
Bogor
http://FadhlAlbani.blogspot.com





Rabu, 23 Februari 2011

Yang diinginkan Anak dari Orangtua

Di Milis Sekolah Rumah, Mamah Davina Share mengenai 10 hal yang paling diinginkan anak dari orang tuanya. Di sini saya ingin menganalisa apakah itu pula yang diinginkan anak-anak saya dan bagaimana saya sudah melakukan dan memperlakukan mereka dengan baik dan benar.


Kami sebagai orang tua, walau sudah 12 tahun membina rumah tangga, selalu merasa bahwa apa yang kami lakukan selalu kurang dan kurang. Masih begitu banyak kelemahan kami dalam menghadapi mereka,  menomorduakan disiplin dengan alasan ketenangan dan suasana damai. Terkadang masih menomorsatukan egoisme dan kekuatan kami sebagai penguasa demi peraturan dan kesenangan kami sendiri.  


Kami mengerti bahwa harusnya membina rumah tangga dengan susunan ibu, bapak, dan anak-anak, seharusnya melibatkan mereka pula dalam keberlangsungan keluarga. Seharusnya orang tua bersikap sebagai tutor, mediator, pengarah dan cermin dalam berlangsungnya keseharian keluarga. Dan dengan kesadaran kelemahan kami itu, kami berusaha menganalisa kembali berdasarkan artikel dari mamah Davina tersebut. 


Dalam artikel tersebut, disebutkan bahwa penelitian terhadap seratus ribu anak menunjukkan, ada 10 hal yang paling diinginkan anak dari orang tua mereka:

1. Tidak bertengkar di hadapan mereka.
Anak selalu mencontoh tindakan orang tua. Apa jadinya jika setiap hari orang tua adu mulut di hadapan mereka?
=> Alhamdulillah kami tidak bertengkar dalam bentuk apapun di depan mereka. Walau kami akui, terkadang raut wajah kami menyiratkan ketidaksukaan kami akan perbedaan pendapat,  tapi kami berusaha untuk menyembunyikan sebisa mungkin pertengkaran mulut di depan mereka.  Ya, seharusnya bentuk apapun pertengkaran itu, kami harus bisa menutupinya, mereka tidak pantas melihat dan mengerti petidak sukaan kami akan sesuatu. Perbedaan pendapat harusnya bisa diselesaikan dengan lebih bijak, sehingga anak=anak pun mengerti bahwa perbedaan pendapat adalah syah, namun bisa diselesaikan dengan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.





2. Berlaku adil terhadap semua anak-anaknya.
Setiap anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Yang mereka butuhkan bukan perlakuan yang sama, melainkan perlakuan yang adil, sesuai kebutuhan masing-masing anak.


==> Berlaku adil memang hal yang sulit,  yang menurut kami adil, bagi mereka terkadang tidak adil, mereka belum begitu paham mengenai konsep prioritas. Tidak mengapa, setidaknya kami terus berupaya untuk memberikan apa yang kami bisa kepada setiap diri mereka.  

3. Orang tua yang jujur.
Orang tua yang meminta anaknya berbohong, tentu tidak sadar pada apa yang tengah dilakukannya. Sekali lagi, anak mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.



==> Keluarga kami sangat mendahulukan kejujuran, beberapa kali kami mendapati salah satu anak kami berbohong, dan itu didapat dari sekolah, pergaulan...  Kami hanya berusaha untuk terus menelurkan bibit kejujuran kepada diri mereka.  kami terus akan menganallisa apakah kami secara tak sengaja pernah berlaku bohong sehingga tanpa sadar anak=anak merekam hal itu dan melakukannya di keseharian mereka.  Semoga kami bisa selalu bersikap jujur kepada mereka, dalam bentuk apapun  

4. Toleran terhadap orang lain.
Toleransi akan mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan.



==> Mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan, dan kita harus menghargai perbedaan itu. Toleransi atas keputusan orang lain untuk berdiam diri dirumah, toleransi atas keberadaan fisik seseorang, dan semacamnya.  

5. Selalu menyambut teman-teman mereka dengan ramah.



==> Alhamdulillah kami akan selalu menerima mereka dengan sebaik-baiknya 

6. Mau membangun semangat tim bersama mereka.
Kekompakan antar-orang tua dan anak akan sangat berpengaruh saat anak beranjak dewasa.



==> Kami sering melakukan kegiatan bersama, permainan berbisik, bermain bola bersama, melakukan kreativitas bersama.  

7. Mau menjawab setiap pertanyaan mereka.
Luangkan waktu untuk mereka. Jika Anda tak mampu menjawab, katakan Anda akan mencari tahu lebih dulu.



==> Walau terkadang melelahkan mendengarkan pertanyaan mereka, tapi kami selalu berusaha untuk menjawab sebisa mungkin, kalaupun kami tidak bisa, maka akan kami cari tahu bersama


8. Mau mengajarkan disiplin,
namun tidak di depan orang lain, terutama teman-teman mereka. Intinya, jagalah perasaan anak.



==>Disini masih kelemahan kami, terkadang kami masih lemah dalam menerapkan disiplin, kendala terkadang ada di pihak lain, yang mengacaukan peraturan kami. Tapi kedepannya, 
kami akan berusaha untuk dapat menerapkan disiplin pada porsinya




9. Lebih melihat sisi positif ketimbang sisi buruk mereka.



==> Semoga kami, aku dan suami bisa terus mendahulukan positif side than negatif effect 
from them 

10. Konsisten.
Bayangkan, apa yang dirasakan anak jika hari ini Anda menjawab A dan besok menjawab B untuk pertanyaan yang sama yang diajukan anak.

==> The hard part ... smoga bisa konsisten dalam segala hal


===



Anak-anak adalah makhluk Tuhan, yang dititipkan kepada sepasang makhluk Tuhan pula, untuk dididik, dijaga, dibesarkan dengan selayaknya, dengan penghargaan, dengan kebanggaan sebagai layaknya makhluk Tuhan






==


Sumber artikel ; Milis sekolah rumah








www.LittleHipo.com




Salam

Selasa, 22 Februari 2011

Mengenal Anggota Badan

Ini Lidahku 
Pengenalan terhadap anggota tubuh sebetulnya sudah nyaris sempurna, walau tidak pernah secara detail dan terarah dilengkapi dengan fungsinya.
Kali ini yang mengambil tugas adalah bapaknya, dimulai dengan acara mandi pagi yang sebetulnya sudah bisa dilakukan sendiri oleh fadhl , namun kali ini kami ingin mengajarkan mulai dari langkah-langkahnya.
Dimulai dengan Fadhl mengambil handuk sendiri, membuka pakaian yang masih dibantu untuk bagian kaos-nya (mungkin karena sulit), lalu mulai masuk kamar mandi yang diawali dengan kaki kiri dan doa.
Ritual selanjutnya adalah mencidukkan air ke tubuh, mengambil shampoo dan menyabuni diri.. Di saat inilah bapaknya mengajarkan tentang anggota tubuh.
Teknik yang digunakan adalah model tebak jawab dengan tebakan  yang dibuat sendiri.
ini senyumku

Saat mencuci rambut misalnya..
"Warnanya hitam, ada di atas, jumlahnya banyak, apa namanya "
Dan Fadhl menjawab .... RAMBUT ....

"Jumlahnya dua, didepan wajah, untuk melihat, namanya apa ? "  ====> MATA ...

"Ada dua buah, ada di samping, untuk mendengar, apa ayoooo? " ====> KUPING...

"Jumlahnya satu, ada lubangnya, untuk mencium bau , apa yaaaa ?" ===> HIDUNG ...!!

Saat menyabuni tubuhnya

'Apakah ini, bentuknya panjang, bisa memegang, bisa bergoyang:" ==> TANGAN ...!!
"yang ini apa yaaa... ada dua juga, sepertinya untuk berjalan " ==> KAKI ..!!!

"Yang ini, di depan badan, agak maju kedepan, tempat menampung makanan , apa ayooo " ==> Hmmm perutttt ....

" Nah di bawah perut, tempat ade untuk pipis, apa namanya ? " ==> karena kami memang belum mengenalkan dengan nama 'Penis', maka dia masih mengucapkan dengan istilah 'Pipit'. Memang ini adalah PR kami untuk mengenalkan nama yang benar kepada anak-anak.

Tebak-tebakan terus berlanjut hingga bokong, dengkul, tumit , paha, betis.

Kemudian kegiatan selesai, fadhl mengambil handuk dam mulai membersihkan tubuhnya sendiri hingga kering.

Kegiatan lanjutnya adalah mengenakan pakaian, satu persatu sudah bisa digunakan sendiri, hanya butuh bantuan untuk menentukan depan dan belakang, serta memasukkan kaos melewati kepala.

Kembali di ulangi nama anggota tubuh dengan teknik terbalik ...

"mata untuk apa"
"Hidung untuk apa"
"Telinga untuk apa "
"pipi untuk apa"
dan seterusnya...

Ada bagian yang lucu saat di tanya makan pakai apa ? dia jawab pakai sendok...hihihi betul juga sih, akhirnya pertanyaannya dirubah, megang sendoknya pakai apa, dan masukin makanan kemana ...

Anak-anak, begitu cepat mencerna, tinggal kita yang mengarahkan dan menjelaskan dengan sebaik-baiknya.



Mengenalkan anggota tubuh sebaiknya dimulai sedini mungkin, banyak keuntungan dari anak yang sudah mengerti nama dan fungsi dari anggota tubuhnya, misalnya :
  • Mengenalkan kesempurnaan pencptaan Allah
  • Mengenalkan fungsi sehingga anak lebih menghargai apa yang ada dalam dirinya
  • Anak akan menjaga anggota tubuhnya sesuai dengan fungsinya
  • Saat Tantrum, dimana anak menggunakan tangan untuk memukul, kaki untuk menendang, mulut untuk bicara kotor, kita sebagai orang tua dapat mengingatkan kembali apa fungsi sesungguhnya dari anggota tubuhnya itu, anak akan dipacu untuk mengingat dan kembali menyadari bahwa apa yang dilakukannya sudah menyalahi fungsi anggota tubuh itu sendiri
  • Anak tahu mengenai konsep Aurat, dapat mengetahui mana yang boleh diperlihatkan, mana yang tidak
  • Anak mulai mengenal konsep Anggota tubuh yang harus di sembunyikan, misalnya alat reproduksi 
  • Anak mengetahui bahwa anggota tubuhnya adalah miliknya, bukan untuk dipegang oleh orang lain
  • Anak mau menjaga dan merawat anggota tubuhnya dengan baik, mengurusnya serta mencegahnya dari kerusakan
Mengenalkan anggota tubuh bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari yang serius sampai dengan model permainan. Apapun itu, tujuan dari penyampaian harus sesederhana dan semudah mungkin hingga anak menerimanya dengan baik dan menyenangkan..




Salam

Sabtu, 19 Februari 2011

Perjalanan ke dokter


Beberapa waktu lalu, fadhl ikut mengantarkan mas ghi dan bang ican untuk periksa kesehatan. Ibu membawa kami ke klinik dekat rumah, dan disitu fadhl juga dikenalkan tentang tata cara berkunjung ke dokter.

Memasuki pintu klinik, ibu membawa kami ke tempat registrasi, ibu daftar nama serta rincian lainnya. Kemudian, kami dibawa ke tempat penimbangan badan dan pengukuran tinggi badan. Pertama mas Ghi, lalu Bang Ican, kemudian baru Fadhl. Tinggi Fadhl baru 98cm, dan berat badan 13 saja.

Kami menunggu sebentar di ruang tunggu, tak berapa lama, kami dipanggil untuk memasuki ruang dokter. Alhamdulillah dokternya baik, kami semua mengucap salam dan duduk di kursi depan dokter. Bunda menjelaskan maksud kedatangan seraya memperkenalkan kami semua.

Selanjutnya Mas ghi di persilahkan ke tempat pemeriksaan, tiduran, lalu diperiksa mulut, telinga dan dadanya dengan menggunakan stetoskop. Sepanjang pemeriksaan fadhl selalu bertanya dan bertanya, dokter baik itupun tidak segan menanggapi apa celotehan fadhl. fadhl senang sekali .

Tiba giliran fadhl, tidur tenang di tempat tidur pasien, membuka mulut saat diinstruksikan dokter, menarik nafas, membuang nafas saat diperiksa detak jantungnya, menjulurkan lidah, memiringkan kepala saat pemeriksaan telinga, serta duduk manis saat diperiksa kaki dan punggung.

Semua selesai, dan Alhamdulillah semua sehat .. Fadhl ternyata diperkenankan mencoba stetoskop, dan mendengarkan detak jantung abangnya , sayangnya mungkin tidak terlalu jelas, jadi dia masih bingung menggunakannya. Setelah itu , mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya, dan duduk lagi untuk mendengar perkataan dokter.

Semua selesai, dan kami harus keluar dari ruangan, tak lupa Fadhl salaman dengan pa'dokter dan mengucap salam serta terimakasih. Keluar dari ruang, bunda kembali membawa kami ke ruang registrasi untuk melakukan pembayaran. Karena hanya pemeriksaan biasa saja, kami tidak dibekali obat apapun, dan kamipun beranjak pulang.

Perjalanan ke dokter sebetulnya bukan yang pertama, tapi kali ini bunda menjelaskan tata cara dan langkah kegiatannya, sehingga Fadhl bisa mengerti dan tahu prosesnya.

Sehat terus ya nak ..... Fadhl semakin pintar dan bisa melakukan semua dengan baik.  Love you ...

Sabtu, 12 Februari 2011

Fieldtrip : Ke Kebon Raya Bogor playing ball

12-02-2011

Hari ini bunda dan bapak mengajak kami semua ke Kebun Raya Bogor, sebetulnya sudah sering sih, tapi kali ini kami mengkhususkan diri untuk hanya bermain di lapangan, karena waktu yang terbatas.

Alhamdulillah pintu masuk KRB tidak ditutup sehingga mobil kami diperbolehkan masuk, kami dihitung ada 6 orang, tapi karena Fadhl masih berumur dibawah 5 tahun, jadi tidak diwajibkan membeli tiket. Harga tiketnya @  10.000,- dan unutk mobil bayar 13rb, jadi semua 63.000,-

Biasanya kami selalu mengunjungi museum Zoologi, tapi kali ini kami langsung ke area dekat Taman Anggrek untuk mencari lokasi yang nyaman bagi kami unutk bermain bola. Untuk mencapai lokasi kami nyaris mengelilingi setengah KRB, kami melewati pepohonan tinggi dan banyak. Di beberapa tempat terlihat anak-anak muda berjalan, dan juga ada beberapa kendaraan di parkir di pinggir jalan.

Akhirnya tibalah kami di tempat biasa, di samping kebun Anggrek, tapi lapangan biasa yang ada gawangnya ternyata sedang dipakai sekelompok orang yang sedang latihan bela diri, kata bunda sejenis latihan tenaga dalam. Mereka berpakaian merah, dipandu oleh seorang berpakaian putih, tingkahnya aneh, Fadhl tertawa melihatnya, karena ada yang tiba-tiba mundur sendiri, terus bergaya seperti orang lagi ngapain gitu. Kata bunda, mereka sedang melatih pernapasan, dan dulu bunda katanya pernah belajar juga, tapi sekarang sudah ditinggalkan karena tau bahwa itu tidak benar.

Tiba di lokasi yang lowong, bapak parkir mobil, dan kami turun, menggelar tikar dan bunda membuka makanan dan minuman yang disiapkan. Dan kami ... bermain bola... seru deh, ada mas  , abang, bapak dan mba Uti ikutan main, kalau bunda hanya mengawasi sambil mengambil gambar kami.

Fadhl terlihat sangat gembira, walau terkadang dia menangis karena tidak dapat meraih bola, dan akhirnya dia guling-gulingan di rumput tanpa mempedulikan kotor , semua lepas, semua bebas.... Bunda juga hanya mendiamkan, karena ingin tahu seperti apa Fadhl menghadapi alam.

Seru .... semua tertawa, semua berlari, ceria, Fadhl bernyanyi, berlari berkeliling padang rumput yang luas, sesekali merebut bola dengan tangan, lalu mas dan abang marah kemudian mengejar Fadhl untuk mengembalikan bola mereka. fadhl menyerah, dan berguling-gulinglah kembali di tanah berumput.

Koordinasi kakinya dalam menendang bola sudah bagus, lari nya sudah terarah, Fadhl sudah bisa berguling dengan bagus, membalikkan tubuh dengan cepat, melompat kodok dan berbagai kegiatan fisik yang menunjang tubuhnya.

Tidak lama, suasana sudah mulai ramai, beberapa keluarga mulai menggelar tikar dekat kami, memulai aktivitas keluarga dengan cara masing-masing. Ada yang membawa sepeda (sepertinya kunjungan berikutnya mau bawa sepeda untuk Fadhl), ada yang main bulutangkis, ada yang berlari, bernyanyi, main lempar bola, seruuuu sekali.

Waktu sudah menunjukkan 11.00, kami harus pulang.... dan dimana Fadhl ? ternyata dia sedang mendekati seorang gadis kecil yang sedang bermain bola plastik besar bersama bundanya. Dengan gentle, Fadhl mendekati dan mencoba berkenalan dengan si Gadis kecil , tampak lucu sekali, sayang moment itu tidak sempat bunda abadikan.  See.... Fadhl adalah anak yang sangat mudah bersosialisasi, tidak ada alasan takut untuk ber-homeschooling bersama bunda tersayang...

Gaya guling-gulingan 
Team Bola Tasmania




Fadhl cape, jadi di gendong ajah 

Bekal hari ini ... hhehee
Next trip kemana lagi yaaa....

Playing Fingers

Pelajaran hari ini adalah mengenal jari, sebetulnya sih sudah sering diperkenalkan mengenai jari jemari, tapi ya sekedar mengingat lagi dan menerangkan lebih dalam lagi tentang jari tangan dan kaki.

Prosesnya saat hari ini jadwal menggunting kuku, dia duduk di kursi balonnya, dan mulailah bunda menyentuh jemari sembari meminta ijin untuk memotong kukunya.

"Hallo ade Fadhl, bolehkan bunda memotong jari-jari ade ?"
Fadhl di kursi balonnya
"hah? jangan bunda, nanti ade ga punya jari dong.. kukunya aja yaaaa"
"kok bisa ya kukunya cepat panjang, padahal baru minggu lalu ya kita potong"
"kan kukunya dikasih makan, jadi cepet panjang "..hehehe goodboy

"sekarang, ibu mau potong kukunya dari jari yang besar dulu ya , ini jari apa namanya? " bunda menyentuh jari jempolnya
"Jari jempol.... aku tau .... buat maknyooosss" ujarnya sembari menunjukkan jempolnya sebagai tanda enak
"good.... yang ini jari apa hayoo"  agak lama dia terdiam, dan bunda harus memberi petunjuk.  "ini te.....lun...."
"juk.... iya, telunjuk, ade lupa ... ini buat nunjukkkk !! "

ya, satu persatu jari aku tanyakan dan dia masih terlupa akan nama-nama jari itu. Namun untuk tangan satunya, dia mulai mengingat dengan baik, sehingga sesi pemotongan kuku berikutnya kami selingi  dengan pertanyaan mengenai fungsi tangan , dan kaki, berapa jumlah kaki, jumlah tangan , jumlah jari kaki dan tangan, dan diakhiri dengan nyanyian tangan dan kaki.

Tanganku ada dua, yang kanan, yang kiri
Menulis dengan tangan, tanganku sendiri
Kakiku ada dua, yang kanan, yang kiri,
Berjalan dengan kaki, kakiku sendiri

Sambil bernyanyi, dia bergaya, menggoyangkan kaki dan tangannya, seru sekali, kemudian berlanjut dengan mulut, mata, telinga dan organ lainnya. Senang sekali melihat dia bergaya dan bertingkah, menggoyangkan tubuh kecilnya, seraya tersenyum manis .

Inilah bentuk jariku 

Malam hari kami lanjut dengan menggambar jari pada kertas gambar, Fadhl meletakkan telapak tangannya pada sketch book, dan krayon mulai di arahkan mengelilingi tangannya membentuk jari jemari yang menjadi besar itu..

Dia takjub, dia senang sekali melihat bentuk jemarinya dan tangannya.

Sabtu, 05 Februari 2011

Parameter #8 Mencopot kancing baju sendiri

Saat memasang kancing 

Fadhl sebetulnya termasuk yang cepat mandiri, dia bisa melakukan sesuatu sendiri, walau kadang membuat kita khawatir dengan apa yang dia lakukan. Untuk mandi, dia sudah bisa sendiri, masih dengan bantuan untuk membasuh bagian belakang tubuhnya.

Memakai baju, sudah bisa dilakukan dengan bantuan untuk menunjukkan depan dn belakang, selebihnya dia akan laksakan sendiri. Begitupun untuk memasang kancing pada pakaiannya, perlahan namun pasti, dia bisa melakukan sendiri dengan baik.

Mencoba memakai celana
Kadang suka lucu melihat ekspresi Fadhl saat membuka atau memasang kancing, jika dia menemui kancing yang sulit dipasangkan, dia akan berusaha seraya mengernyitkan dahi atau memonyongkan mulutnya. Kami masih puas dengan melihat reaksinya, sengaja kami tidak membantunya sampai dia meminta bantuan dengan sendirinya.

Cara dia memakai celana juga bagus, dia akan duduk di lantai, lalu memasukkan satu persatu kakinya untuk kemudian berdiri dan merapikan pakaiannya. Kita cukup memberikan pendapat, tapi dia akan enggan untuk dibantu sampai selesai. Good boy  !!!

Fadhl termasuk anak yang rapi, dia melakukan sesuatu sesuai urutannya, mandi, sikat gigi, pakai minyak angin, bedak, celana, baju, jemur handuk, menyisirkan rambutnya. Jika salah satu ritual itu tertinggal, dia akan marah atau merajuk. Dan setelah dia selesai sampai rapi, dia akan langsung mengarahkan rambutnya pada bunda untuk dicium seraya berkata "Bu, aku sudah ganteng .. "  .. Yes son, you;re my handsome son...