Tampilkan postingan dengan label Homeschooling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Homeschooling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

Fieldtrip ke Monas bersama Komunitas Homeschooling Apr 28, '11 11:01 AM


Tanggal 27 April 2011, diajak Tante Dinar untuk ikutan fieldtrip milis Sekolah Rumah plus Klub Oase ke Monumen Nasional. Bunda dan Fadhl serta keluarga memang belum pernah ke Monas, karena itulah Bunda menyetujui acara ini dan berencana akan menghabiskan waktu untuk sharing dan lebih dekat dengan para orangtua HS. Selain itu, Bunda ingin lebih memantapkan diri dan meyakinkan bahwa apa yang bunda inginkan bukanlah suatu keinginan bodoh atau membodohi oranglain, karena jujur, bunda melakukan ini semua demi kebaikan anak-anak Bunda, dan Fadhl khususnya.

Minta ijin dulu dong ke bapak dan kakak-kakaknya Fadhl, Alhamdulillah semuanya mendukung dan setuju, dengan catatan, Bunda dan Fadhl harus hati-hati dan selalu memberi khabar. Siipp lah, tidak masalah itu :)

Jam 7.30, Bunda dan Fadhl sudah siap dan berangkat dengan berkendara angkutan umum menuju Stasiun Kereta Bogor. Fadhl tampak sangat antusias dan selalu bertanya di sepanjang perjalanan tentang apa yang ditemui. Memang Bunda berharap dari perjalanan ini, Fadhl akan menemui begitu banyak pengetahuan dan bertemu dengan para teman barunya yang juga mengecap pendidikan rumahan sepertinya.

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya kita berdua tiba di Monas, bingung juga karena belum ada yang Bunda kenal, tapi untuk fadhl, tidak butuh lama untuk beradaptasi, dia langsung bereksplorasi dan mencari teman yang sepantaran dengannya, sedangkan Bunda, mencoba bergabung dan berkenalan dengan para orangtua HS lainnya.
Tidak lama berselang, bu Lala dan suami serta anak-anak nya tiba, begitu juga Mba Dinar, Mba Irma, mba Wiwit dan beberapa lagi yang BUnda lupa namanya :)

Setelah berkumpul dan berbincang sejenak, kita langsung menuju atas monas, dan dalam saat menunggu antrian di Lift menuju puncak, kita selingi dengan percakapan, sementara anak-anak mulai bermain burung2an dan berlari tanpa beban.

Tiba di puncak Monas, Fadhl begitu gembira, karena dari atas sana, terlihat dengan jelas suasana di bawah. Bunda mencoba berinteraksi selalu dengan menanyakan apa yang dilihatnya dan mengapa apa yang dilihatnya begitu terlihat kecil. Dengan baik sekali, fadhl bisa menjawab itu dan mengerti , bahwa benda terlihat kecil bila dilihat dari jauh, karena adanya jarak pandang. Dan karena saat itu cuaca mendung, diapun sempat bertanya mengenai awan, yang langsung Bunda timpali dengan bertanya , bila awan berwarna hitam, artinya apa, jika hujan akan keluar apa ? dan Fadhl menjawab dengan baik, bahwa awan hitam artinya akan hujan, hujan membawa air hasil penguapan dari laut karena awan bergerak terbawa angin... Good boy..

Tidak lama kita turun kembali dan menikmati makan siang bekal masing-masing. Selesai memberi makan Fadhl, para orangtua berkumpul dan mulai dengan acara sharing. Disaat itu Bunda mengemukakan alasan mengapa ingin meng HS kan Fadhl, jujur Bunda mengeluarkan alasan yang memang menjadi tujuan Bunda, bahwa Bunda tidak ingin Fadhl terikat oleh sesuatu, belajar dari sekitar, dari orangtua dan lingkungan, tidak ada pemaksaan atas suatu disiplin yang sebetulnya bisa diterapkan dari rumah. Setiap tindakan adalah sebuah pembelajaran, dan Bunda tidak ingin Fadhl berkembang bukan karena minatnya, tapi karena keharusan memiliki suatu nilai.

Sharing dari praktisi HS sungguh menguatkan diriku, bahwa untuk usia Fadhl, let it flow, tidak perlu kurikulum, karena setiap tindakan adalah pembelajaran. Tidak perlu jadwal, namun bilapun ingin , lebih bagus. Dan Intinya adalah komunikasi dua arah, penanaman konsep Logika pada anak.

Acara sharing diselingi dengan anak2 yang bermain ditemani mba Dinar dan Mba WIt bermain ular naga dan lari-lari. Sayangnya, pas belakangan ini, Fadhl sedang kurang mood karena ada suatu keinginannya yang tidak terpenuhi. Dan berhubung ada masalah lain di rumah, akhirnya Bunda memutuskan supaya pulang segera.

Berpamitan dan berfoto sejenak... It really nice to know friends with same thought.

Semoga pertemuan lainnya, kami bisa menyempatkan diri lagi untuk bergabung dan bermain bersama..

Kuatkan tekad dan tunjukkan bahwa Anak HS pun bisa maju....

Note : gambarnya isi fadhl doangan, ibunya asyik dengerin yang sharing soale :D


Siap-siap
 1 Comment 

aku siap bun
  

tersenyum di Angkot
  

Fadhl di monas, ngumpul sama komunitas homeschooling.jpg
  

Gaya ah di Monas
  

AKhirnya ibu ke monas juga
 1 Comment 

di TErowongan
  

Liat diorama
  

Laper bu
  

Sudah main dia dg Syamil
  

Kenalan yuk
  

Hai, aku Fadhl
  

Penguasa Monas
 1 Comment 

Ciaaaaaa
 1 Comment 

Gaya terusss
  

Main dong sama aku
  

Hujan2an
  

Hop hop
  

Cape deehhh
  

bekal ku mana yaaa
  

Bu gedungnya kecil2
  

Di puncak monas
  

Bagus yaaa
  

Aku kaya d penjara ya bu
  

Sesi makan dan sharing
 2 Comments 

Pulang yo
 2 Comments 

Children
  

Me and DInar
 2 Comments 

Kamis, 28 April 2011

Fieldtrip : Ke Monas bersama Komunitas Sekolah Rumah dan Klub Oase

Tanggal 27 April 2011, diajak Tante Dinar untuk ikutan fieldtrip milis Sekolah Rumah plus Klub Oase ke Monumen Nasional. Bunda dan Fadhl serta keluarga memang belum pernah ke Monas, karena itulah Bunda menyetujui acara ini dan berencana akan menghabiskan waktu untuk sharing dan lebih dekat dengan para orangtua HS. Selain itu, Bunda ingin lebih memantapkan diri dan meyakinkan bahwa apa yang bunda inginkan bukanlah suatu keinginan bodoh atau membodohi oranglain, karena jujur, bunda melakukan ini semua demi kebaikan anak-anak Bunda, dan Fadhl khususnya.

Minta ijin dulu dong ke bapak dan kakak-kakaknya Fadhl, Alhamdulillah semuanya mendukung dan setuju, dengan catatan, Bunda dan Fadhl harus hati-hati dan selalu memberi khabar. Siipp lah, tidak masalah itu :)

Jam 7.30, Bunda dan Fadhl sudah siap dan berangkat dengan berkendara angkutan umum menuju Stasiun Kereta Bogor. Fadhl tampak sangat antusias dan selalu bertanya di sepanjang perjalanan tentang apa yang ditemui. Memang Bunda berharap dari perjalanan ini, Fadhl akan menemui begitu banyak pengetahuan dan bertemu dengan para teman barunya yang juga mengecap pendidikan rumahan sepertinya.

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya kita berdua tiba di Monas, bingung juga karena belum ada yang Bunda kenal, tapi untuk fadhl, tidak butuh lama untuk beradaptasi, dia langsung bereksplorasi dan mencari teman yang sepantaran dengannya, sedangkan Bunda, mencoba bergabung dan berkenalan dengan para orangtua HS lainnya.
Tidak lama berselang, bu Lala dan suami serta anak-anak nya tiba, begitu juga Mba Dinar, Mba Irma, mba Wiwit dan beberapa lagi yang BUnda lupa namanya :)

Setelah berkumpul dan berbincang sejenak, kita langsung menuju atas monas, dan dalam saat menunggu antrian di Lift menuju puncak, kita selingi dengan percakapan, sementara anak-anak mulai bermain burung2an dan berlari tanpa beban.

Tiba di puncak Monas, Fadhl begitu gembira, karena dari atas sana, terlihat dengan jelas suasana di bawah. Bunda mencoba berinteraksi selalu dengan menanyakan apa yang dilihatnya dan mengapa apa yang dilihatnya begitu terlihat kecil. Dengan baik sekali, fadhl bisa menjawab itu dan mengerti , bahwa benda terlihat kecil bila dilihat dari jauh, karena adanya jarak pandang. Dan karena saat itu cuaca mendung, diapun sempat bertanya mengenai awan, yang langsung Bunda timpali dengan bertanya , bila awan berwarna hitam, artinya apa, jika hujan akan keluar apa ? dan Fadhl menjawab dengan baik, bahwa awan hitam artinya akan hujan, hujan membawa air hasil penguapan dari laut karena awan bergerak terbawa angin... Good boy..

Tidak lama kita turun kembali dan menikmati makan siang bekal masing-masing. Selesai memberi makan Fadhl, para orangtua berkumpul dan mulai dengan acara sharing. Disaat itu Bunda mengemukakan alasan mengapa ingin meng HS kan Fadhl, jujur Bunda mengeluarkan alasan yang memang menjadi tujuan Bunda, bahwa Bunda tidak ingin Fadhl terikat oleh sesuatu, belajar dari sekitar, dari orangtua dan lingkungan, tidak ada pemaksaan atas suatu disiplin yang sebetulnya bisa diterapkan dari rumah. Setiap tindakan adalah sebuah pembelajaran, dan Bunda tidak ingin Fadhl berkembang bukan karena minatnya, tapi karena keharusan memiliki suatu nilai.

Sharing dari praktisi HS sungguh menguatkan diriku, bahwa untuk usia Fadhl, let it flow, tidak perlu kurikulum, karena setiap tindakan adalah pembelajaran. Tidak perlu jadwal, namun bilapun ingin , lebih bagus. Dan Intinya adalah komunikasi dua arah, penanaman konsep Logika pada anak.

Acara sharing diselingi dengan anak2 yang bermain ditemani mba Dinar dan Mba WIt bermain ular naga dan lari-lari. Sayangnya, pas belakangan ini, Fadhl sedang kurang mood karena ada suatu keinginannya yang tidak terpenuhi. Dan berhubung ada masalah lain di rumah, akhirnya Bunda memutuskan supaya pulang segera.

Berpamitan dan berfoto sejenak... It really nice to know friends with same thought.

Semoga pertemuan lainnya, kami bisa menyempatkan diri lagi untuk bergabung dan bermain bersama..

Kuatkan tekad dan tunjukkan bahwa Anak HS pun bisa maju....





Kamis, 03 Februari 2011

Mulai Homeschooling

Mulai Homeschooling 

Anda tertarik dengan homeschooling? Anda mempertimbangkan untuk menerapkan homeschooling bagi putera-puteri Anda? Apa yang harus dilakukan? Informasi mengenai apa yang sebaiknya diketahui? 

1. Homeschooling itu LEGAL 

Homeschooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Homeschooling bukan berarti tidak belajar. Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak dan cara anak untuk mempersiapkan masa depannya. 

Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan homeschooling adalah legal. Keberadaan homeschooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU no 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya. 

Lebih rinci mengenai dasar hukum dan ujian kesetaraan. 


2. Apa alasan Anda memilih Homeschooling? 

Banyak alasan orang tua memilih homeschooling. Secara general, alasan utama orang memilih homeschooling adalah tidak puas dengan model sekolah umum dan ingin memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak. Selain itu, ada yang melakukan homeschooling karena ada kebutuhan khusus pada anak; misalnya autis, anak-fokus, berbakat, dsb. 

Identifikasi alasan Anda sendiri untuk memilih homeschooling agar Anda dapat menentukan solusi yang tepat untuk model homeschooling Anda. Identifikasi juga kendala atau concern Anda mengenai homeschooling untuk Anda cari jawabannya. Pertanyaan yang sering muncul diantaranya: apakah saya bisa, kami orang tua yang bekerja, saya tidak pandai, saya tidak sabaran, apakah saya harus mengajar sendiri semuanya? 

Jika Anda memang ingin melakukan homeschooling, ujilah seberapa jauh komitmen Anda terhadap homeschooling putera-puteri Anda. Bagaimana Anda menempatkan homeschooling dalam prioritas pribadi dan keluarga Anda? Berapa banyak waktu Anda yang dapat Anda sediakan untuk homeschooling? 

Homeschooling adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh orang tua manapun yang mencintai dan berdedikasi pada puteri-puterinya. Apapun latar belakang pendidikan atau pekerjaan Anda, tidak menghalangi Anda untuk melakukan homeschooling. Yang diperlukan adalah komitmen, kesediaan belajar, dan bekerja keras. Homeschooling memang bukan sebuah hal yang mudah, tetapi homeschooling dapat dijalankan karena sudah jutaan orang tua yang mempraktekkannya. 

It works and it’s worthed. Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Beberapa contoh praktek homeschooling di Indonesia dapat dibaca di sini.  



3. Cari informasi sebanyak-banyaknya. 

Cari informasi untuk menjawab pertanyaan dan concern pribadi Anda. 

Di Internet tersedia banyak sekali informasi mengenai homeschooling di seluruh. Carilah menggunakan Yahoo atau Google dengan kata kunci "homeschooling", maka Anda akan mendapatkan banyak sekali link mengenai homeschooling di berbagai penjuru dunia. Untuk informasi mengenai homeschooling di Indonesia, Anda dapat membaca milis SekolahRumah. Atau cari di mesin pencari dengan kata kunci "homeschooling Indonesia". Dari waktu ke waktu semakin banyak informasi dan websites mengenai praktek homeschooling di Indonesia. 

Selain itu, bacalah artikel atau buku-buku mengenai homeschooling. Salah satu buku yang sangat membantu kami memahami homeschooling adalah "The Complete Idiot Book to Homeschooling". Buku itu menjelaskan mengenai homeschooling dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti. 

Hadirilah seminar homeschooling dan berbincanglah dengan orang tua yang sudah mempraktekkan homeschooling bagi putera-puterinya. Seperti yang Anda ketahui, setiap keluarga menjalankan homeschooling dengan cara yang berbeda-beda. Dengan banyak belajar dan menyimak, Anda akan mendapatkan perbandingan untuk rancangan homeschooling yang sesuai bagi putera-puteri Anda dan keadaan keluarga Anda. 

Selama Anda mencari informasi, pastikan semua pertanyaan dan concern Anda terjawab. Mungkin sebagian informasi yang Anda butuhkan ada sini. 


4. Memilih metoda Homeschooling 

Banyak metoda pendidikan yang dapat diterapkan untuk homeschooling. Pilihlah yang sesuai dengan gaya anak-anak Anda belajar. 

Metode homeschooling sangat beragam: mulai yang sangat tidak terstruktur (unschooling) hingga yang sangat terstruktur (school at-home). Unschooling adalah membiarkan anak-anak belajar apa saja sesuai minatnya dan orang tua tinggal memfasilitasinya. School at-home adalah model belajar seperti sekolah reguler, dengan menggunakan buku pegangan seperti sekolah, hanya saja belajarnya di rumah. 

Diantara dua metode itu ada banyak sekali metode belajar yang dapat diterapkan dalam homeschooling, misalnya: montessori, waldorf, unit studies, … 

Secara ringkas, Anda dapat membacanya di sini. Atau, kunjungi situs-situs metode belajar yang ingin Anda ketahui. 


5. Memilih Kurikulum dan Materi Ajar 

Departemen Pendidikan Nasional RI telah mengembangkan kurikulum yang dapat Anda download dengan cuma-cuma di sini. Jika Anda ingin mengikuti ujian kesetaraan, perhatikan kurikulum itu untuk mengetahui sasaran pendidikan yang harus dicapai putera-puteri Anda. 

Jika Anda ingin menggunakan kurikulum lain selain yang dikembangkan Depdiknas, itu adalah hak Anda sepenuhnya untuk memberikan yang terbaik bagi putera-puteri Anda. Pada umumnya, orang tua homeschooling memilih dan menggabungkan bermacam kurikulum sesuai dengan kebutuhannya. Di luar negeri, tersedia banyak kurikulum yang dapat Anda download secara gratis. 

Untuk bahan ajar, Anda dapat menggunakan materi yang sudah Anda miliki, dari toko buku, atau hasil kreativitas Anda. Ide-ide materi pengajaran juga tersedia sangat berlimpah di Internet dan dapat Anda peroleh secara gratis maupun berbayar. Beberapa contoh bahan pengajaran yang dapat Anda peroleh secara gratis dapat Anda lihat di sini. 


6. Bentuk Komunitas Pendukung 

Salah satu prinsip homeschooling adalah memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitar kita (belajar apa saja, di mana saja, bersama siapa saja, kapan saja). Salah satu sumber daya yang harus kita manfaatkan adalah keluarga. Sebarkan rencana Anda mengenai homeschooling pada orang tua, mertua, dan keluarga terdekat sehingga mereka tidak menjadi perintang, tetapi justru menjadi pendukung dan sumber belajar (resource person) bagi putera-puteri Anda. 

Jika ada Komunitas Homeschooling di sekitar Anda, bergabunglah agar Anda dapat bertukar pengalaman dan saling berbagi materi belajar yang dimiliki. Jika di sekitar Anda masih belum ada Komunitas Homeschooling, jadikan diri Anda sebagai pionir bagi homeschooler di sekitar Anda. Semakin banyak teman untuk saling berkaca dan semakin banyak pengalaman untuk berbagi, semakin mudah homescholing dijalankan. 

Beberapa Komunitas homeschooling dan contoh praktek homeschooling ada di sini.  


7. Just start it 

Jika Anda sudah mantap menempuh homeschooling, mulailah mempraktekkannya untuk putera-puteri Anda. Jangan menunggu segala sesuatu sempurna dan ideal. Yang terpenting adalah memulainya dan Anda memang berkomitmen menjalankannya. 

Ketika mempraktekkan sebuah metode tertentu untuk putera-puteri Anda, jangan mudah menyerah kalau metode itu tak bekerja baik bagi Anda dan putera-puteri Anda. Ingatlah bahwa setiap anak dilahirkan spesial, mereka mempunyai kelebihan & kekurangan masing-masing. Kakak beradik saja seringkali memiliki sifat dan gaya belajar yang berbeda. 

Lenturkan diri Anda sampai Anda menemukan metode yang paling sesuai. Jangan merasa enggan untuk berubah atau mencoba, karena homeschooling memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk menemukan dan memilih hal-hal yang paling sesuai bagi putera-puteri Anda dan Anda sendiri. Itulah asyiknya homeschooling. 

Tulisan ini tentu saja tidak lengkap dan sempurna. Walaupun begitu, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi Anda. Selamat menjalankan homeschooling; hari-hari yang indah dan tumbuh bersama putera-puteri Anda dengan bahagia! 

Seluruh Artikel saya copas dari http://www.sumardiono.com/index.php?option=com_content&task=view&id=338&Itemid=84 , sebagai panduan saya untuk memulai HS pada Fadhl .
Untuk seluruh informasi mengenai Home Schooling , silahkan berkunjung ke http://www.sumardiono.com