Sabtu, 01 Desember 2012

[FF Terakhir+1] Surat cinta

"Emang keren bener dah si empe"

"Nape emangnye"

"ane ternyata udah punya akun di mp, pan dulu pernah ente bikinin ya"

"oh iye bener, emang pernah"

"nah pan entu udah lama ya kaga ane buka-buka, kemaren pan ane buka ya, eh ujug ujug ane dapat surat mpok"

"hah ????"

"iye, mana depannye pake dear dear-an , haduuuhh, sayang ane kaga ngarti basa inggris, tar bantuin ye mpok. Ya ga papa dah surat cinta nya dari cowo juga, mungkin disangka ane cewe kali ye"

"emang dari siapa suratnya"

"Stefan"

Hmmmmm antara mo ngakak ama miris, gw kabur aja ahhhhhh... entu mah surat pengusiran cuyyyyyy


========= lanjutan dari FF sebelum ini :)

Kamis, 29 November 2012

Ya memang Sudahlah

Jadi udahan nih.... hihihi yo wes yo ...

07 November 2006, akun ini aktif, tergugah untuk berkenalan dengan MP dari teman2 milis , ya milis sehat, milis GH, , milis WrM yang nyaris tiap member nya udah punya akun di MP.
senang aja liat foto keluarga bertebaran, kisah tertuang tentang keseharian buah hati mereka, keceriaan mereka, senda gurau sampai kepada masalah dalam membesarkan anak2. Tercurah dalam kata yang terkadang tidak indah, namun sarat kehangatan. Mba Uci, Mba Dewi, mba Mona (salah satu yang bikinin theme yang indah di th 2006), mba clodi, sisil, Maya, dan banyak lagi teman milis yang akhirnya mulai tidak aktif dikarenakan kesibukan masing2 dan sebagian berpindah ke FB yang lebih mudah menjaring pertemanan .

Ahhh.. mo nulis banyak, tapi dah males ah...

jadi..... ya sudahlah... memang sudahlah...

terimakasih atas pertemanan selama ini
maafkan jika saya pernah menyakiti, tapi yakinlah jika itu tidak pernah saya inginkan.
maafkan jika ada lisan yang buruk, akhlak yang tak terjaga. Saya masih membenahi diri untuk lebih baik lagi...

selamat tinggal multiply ku... sampai jumpa kawan2 ku tersayang , di rumah baru...

hasil pindahan mp ada di blogspot pake fasilitas migrasi tools yang dari mana saya juga lupa, entah MP atau punya mas hidayat. Alamatnya http://evanda2.blogspot.com/ , alhamdulillah, semua keangkut bahkan draft, set for contact or private juga keangkut. tp PM kayaknya ga ada. Jangan nanya saya ya gimana caranya, soalnya dah lupa... heheheheh
Ga usah di kunjungin juga gapapa, soalnya isi nya ya sama ama mP kemarin, belom ada postingan baru, karena masih belum siap mental untuk memulai kehidupan baru (hayyyahhh ini over lebay, pdhal mah ga sempet nulis).


Rumah lainnya di mosquelife http://globe.mosquelife.com/evanda2 . Hasil pindahan dari kebaikan mas Eko, yang sudah meluangkan tenaga, pikiran, waktu dan bahkan dana untuk bantuin kita2 (terutama saya) dalam bikin rumah baru yang sangat diusahakan oleh mas eko untuk senyaman mp. Trimakasih banyak ya mas... semoga kebaikan ini mendapat ganjaran yang terbaik dari Allah.

Nah, kalo my real new home kayaknya sih bakalan di wordpress, address evanda2.wordpress.com. tapi juga msh kosong krn msh belum menemukan pola baru di rumah itu.

Kayaknya itu aja dah... udah ngantuk dan mo jam 12 teng...

Kalo kopdar2an tetap kontak2an yaaaaa.....



Yok ke http://globe.mosquelife.com/evanda2

Kode verifikasi xkju3wrgdmak8xb2e2ivmek34fxr86r26nycjcws

Minggu, 18 November 2012

Menuntaskan kewajiban Khitan part 3 - Recovery Jul 9, '11 3:00 AM

Proses penyembuhan atas sirkumsisi Fadhl berlangsung lebih lama ketimbang sirkumsisi dari kakak-kakaknya. Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkannya, usia sirkumsisi yang beda, dimana yang lain aku lakukan saat usia 3 tahun, sedangkan fadhl sendiri saat ini sudah usia 4 tahun, atau faktor lain seperti tingkat ketergantungan atau manja yang berlebih kepada diriku .

Memang tidak dipungkiri, kedekatanku dengan si bontot ini lebih dibandingkan yang lain, walau ini sama sekali tidak mengurangi atau membedakan cinta dan sayang atau perhatianku pada yang lain ya, ini mungkin disebabkan karena saat baru memiliki fadhl-lah aku mulai menyadari tentang dunia sehat, dunia asi, dunia parenting dan bahwa kedekatan atau bonding antara ibu dan anak harus diciptakan bahkan saat mereka baru tercipta dalam rahim,

Fadhl full ASI sampai nyaris 3 tahun, saat bayi aku full attention pada pertumbuhannya, semua perawatan fadhl aku urus sendiri, walau bekerja, tapi persiapan asi, mpasi semua aku yang handle, setiap detik aku bisa berada di rumah, maka detik itu adalah waktu kebersamaanku bersamanya. 

Ya, aku rasa ini yang menjadi tingkat ketergantungannya padaku semakin berlebih, walau aku menciptakan kemandirian pada dirinya, namun rasa ketergantungan dan sedikit manja itu masih melekat padanya, dia tidak bisa tidur tanpa kehadiran tanganku yang bertumpu sebagai bantal di kepalanya, dia tidak akan bisa bermain tanpa ada wajahku or bau-ku di sekitarnya. Dan ketersediaanku untuk memenuhi itu sedikit banyak mengintimidasi diriku. 

Baiklah,pembicaraan tentang masalah bonding aku dan fadhl akan dibahas lain kali saja, sekarang kan lagi bahas masalah recovery khitan-nya .. hehehe  *mak labil

Hari ke 4 pasca sirkum, dia masih lebay, ga mau sama sekali di pakein celana, masih harus digendong saat pipis, ga mau di kipasin bahkan di bersihin. Tapi aku bersyukurnya tidak ada infeksi , hanya ada gelembung di sekitar luka, yang memang selalu ada saat anak2 sirkum. sempat diskusi dengan dr Arum, namun menurut dr Arum, tingkat recovery tiap anak itu berbeda, selama tidak ada pendarahan dan infeksi, insya Allah tidak mengapa.

Hari ke 5,  kami sekeluarga besar bapaknya, rencana untuk liburan di Subang, nah loh, bingung juga kan, masa bawa anak tanpa celana kemana2. diskusi kami lakukan untuk minta kerjasama fadhl untuk mau mencoba berjalan sendiri dan memakai celana atau setidaknya sarung. Deal, dia mau... dan berangkatlah kami semua ke Subang dengan posisi fadhl dalam mobil hny bersarung yang kemudian sarungnya pun di lepas ama dia , hahahaha

Ternyata dalam kebersamaan, dia pun sudah memiliki rasa malu, akhirnya dia bersedia pakai celana gombrang yang kami beli dari ibu2 yang lewat depan rumah singgah kami. tidak mengapa lah, yang penting dia sudah mau jalan sendiri dan bisa main bebas walau jalan masih tertatih2 bersama saudaranya.

Hari ke 6 , kami lihat dia sudah mulai percaya diri untuk berjalan lebih kasar dan bermain tanpa ingat bahwa dia pasca sirkum, kami makin tenang.... dan saat kami tawarkan untuk berendam air panas , dia mau, perlahan kami periksa dulu lukanya, yang memang sudah mengering, dan dia mulai berendam di air panas . Kami pikir, unsur belerang yang ada pada air panas ini mudah2an juga bisa lebih mempercepat penyembuhan lukanya.

Begitulah, akhirnya ke-lebay-an nya dalam mengatasi luka sirkumnya dapat teratasi dengan jalan2 bersama keluarga dan kebersamaan dalam bermain , bercanda, membuat dia lupa akan sakitnya.

Dan setiap anak memiliki kisah yang berbeda....



pake calana gombrang walau masih sakit 







Sabtu, 17 November 2012

Fieldtrip ke Monas bersama Komunitas Homeschooling Apr 28, '11 11:01 AM


Tanggal 27 April 2011, diajak Tante Dinar untuk ikutan fieldtrip milis Sekolah Rumah plus Klub Oase ke Monumen Nasional. Bunda dan Fadhl serta keluarga memang belum pernah ke Monas, karena itulah Bunda menyetujui acara ini dan berencana akan menghabiskan waktu untuk sharing dan lebih dekat dengan para orangtua HS. Selain itu, Bunda ingin lebih memantapkan diri dan meyakinkan bahwa apa yang bunda inginkan bukanlah suatu keinginan bodoh atau membodohi oranglain, karena jujur, bunda melakukan ini semua demi kebaikan anak-anak Bunda, dan Fadhl khususnya.

Minta ijin dulu dong ke bapak dan kakak-kakaknya Fadhl, Alhamdulillah semuanya mendukung dan setuju, dengan catatan, Bunda dan Fadhl harus hati-hati dan selalu memberi khabar. Siipp lah, tidak masalah itu :)

Jam 7.30, Bunda dan Fadhl sudah siap dan berangkat dengan berkendara angkutan umum menuju Stasiun Kereta Bogor. Fadhl tampak sangat antusias dan selalu bertanya di sepanjang perjalanan tentang apa yang ditemui. Memang Bunda berharap dari perjalanan ini, Fadhl akan menemui begitu banyak pengetahuan dan bertemu dengan para teman barunya yang juga mengecap pendidikan rumahan sepertinya.

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya kita berdua tiba di Monas, bingung juga karena belum ada yang Bunda kenal, tapi untuk fadhl, tidak butuh lama untuk beradaptasi, dia langsung bereksplorasi dan mencari teman yang sepantaran dengannya, sedangkan Bunda, mencoba bergabung dan berkenalan dengan para orangtua HS lainnya.
Tidak lama berselang, bu Lala dan suami serta anak-anak nya tiba, begitu juga Mba Dinar, Mba Irma, mba Wiwit dan beberapa lagi yang BUnda lupa namanya :)

Setelah berkumpul dan berbincang sejenak, kita langsung menuju atas monas, dan dalam saat menunggu antrian di Lift menuju puncak, kita selingi dengan percakapan, sementara anak-anak mulai bermain burung2an dan berlari tanpa beban.

Tiba di puncak Monas, Fadhl begitu gembira, karena dari atas sana, terlihat dengan jelas suasana di bawah. Bunda mencoba berinteraksi selalu dengan menanyakan apa yang dilihatnya dan mengapa apa yang dilihatnya begitu terlihat kecil. Dengan baik sekali, fadhl bisa menjawab itu dan mengerti , bahwa benda terlihat kecil bila dilihat dari jauh, karena adanya jarak pandang. Dan karena saat itu cuaca mendung, diapun sempat bertanya mengenai awan, yang langsung Bunda timpali dengan bertanya , bila awan berwarna hitam, artinya apa, jika hujan akan keluar apa ? dan Fadhl menjawab dengan baik, bahwa awan hitam artinya akan hujan, hujan membawa air hasil penguapan dari laut karena awan bergerak terbawa angin... Good boy..

Tidak lama kita turun kembali dan menikmati makan siang bekal masing-masing. Selesai memberi makan Fadhl, para orangtua berkumpul dan mulai dengan acara sharing. Disaat itu Bunda mengemukakan alasan mengapa ingin meng HS kan Fadhl, jujur Bunda mengeluarkan alasan yang memang menjadi tujuan Bunda, bahwa Bunda tidak ingin Fadhl terikat oleh sesuatu, belajar dari sekitar, dari orangtua dan lingkungan, tidak ada pemaksaan atas suatu disiplin yang sebetulnya bisa diterapkan dari rumah. Setiap tindakan adalah sebuah pembelajaran, dan Bunda tidak ingin Fadhl berkembang bukan karena minatnya, tapi karena keharusan memiliki suatu nilai.

Sharing dari praktisi HS sungguh menguatkan diriku, bahwa untuk usia Fadhl, let it flow, tidak perlu kurikulum, karena setiap tindakan adalah pembelajaran. Tidak perlu jadwal, namun bilapun ingin , lebih bagus. Dan Intinya adalah komunikasi dua arah, penanaman konsep Logika pada anak.

Acara sharing diselingi dengan anak2 yang bermain ditemani mba Dinar dan Mba WIt bermain ular naga dan lari-lari. Sayangnya, pas belakangan ini, Fadhl sedang kurang mood karena ada suatu keinginannya yang tidak terpenuhi. Dan berhubung ada masalah lain di rumah, akhirnya Bunda memutuskan supaya pulang segera.

Berpamitan dan berfoto sejenak... It really nice to know friends with same thought.

Semoga pertemuan lainnya, kami bisa menyempatkan diri lagi untuk bergabung dan bermain bersama..

Kuatkan tekad dan tunjukkan bahwa Anak HS pun bisa maju....

Note : gambarnya isi fadhl doangan, ibunya asyik dengerin yang sharing soale :D


Siap-siap
 1 Comment 

aku siap bun
  

tersenyum di Angkot
  

Fadhl di monas, ngumpul sama komunitas homeschooling.jpg
  

Gaya ah di Monas
  

AKhirnya ibu ke monas juga
 1 Comment 

di TErowongan
  

Liat diorama
  

Laper bu
  

Sudah main dia dg Syamil
  

Kenalan yuk
  

Hai, aku Fadhl
  

Penguasa Monas
 1 Comment 

Ciaaaaaa
 1 Comment 

Gaya terusss
  

Main dong sama aku
  

Hujan2an
  

Hop hop
  

Cape deehhh
  

bekal ku mana yaaa
  

Bu gedungnya kecil2
  

Di puncak monas
  

Bagus yaaa
  

Aku kaya d penjara ya bu
  

Sesi makan dan sharing
 2 Comments 

Pulang yo
 2 Comments 

Children
  

Me and DInar
 2 Comments 

(Mungkin) Aku terlalu keras padanya Apr 30, '12 2:47 PM

Tidak semua keinginan dan harapan mu harus terlaksana dan sesuai dengan maumu , Semua keadaan tidak dapat dikondisikan dengan kesempurnaan. Harapan tinggimu belum tentu dapat dilaksanakan atau dilakukan oleh orang yang kamu harapkan. Dan intinya adalah jangan memaksakan apa yang hendak kamu lakukan .


Standar kami  dalam mendidik anak2 mungkin bisa dibilang terlalu keras, tidak jarang saya berbenturan pendapat dengan orang terdekat, namun kami selalu menyadari bahwa, tongkat perbekalan ada pada kami, sehingga semua keputusan terbaik adalah menjadi hak kami. Tenang... telinga kami masih selalu terbuka unutk menerima urun pengalaman dari siapapun...

Kemandirian adalah hal utama yang ingin kami terapkan pada anak-anak, semenjak kecil sudah kami harapkan mereka bisa untuk mengurus diri sendiri. Ritme keseharian yang disesuaikan dengan kami , orangtuanya, semenjak bangun hingga tidur kembali. Bangun, shalat, mandi, berpakaian, sarapan, menyiapkan perlengkapan sekolah, belajar, menyiapkan kebutuhan, dan semua sudah nyaris mereka lakukan sendiri. Ada beberapa hal yang tentu saja membutuhkan bantuan, itu lebih kepada keterbatasan mereka sebagai anak2. 

Hal itu sungguh2 membantu saya yang hidup tanpa asisten rumah tangga, dengan 4 orang anak. Karena bila mereka masih sangat bergantung dengan kami, maka hancurlah badan saya untuk melakukan semua itu. 

Namun, hari ini ada satu hal yang harus saya sadari, bahwa mereka masih anak2, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya demi kesempurnaan dan kemudahan saya. Mereka masih berhak merengek dan menangis untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak mereka, atau mereka masih butuh waktu untuk sedikit manja dan keluar dari jalur rutinitas. Ya, maafkan bunda karena itu, yang selalu terlambat untuk memahami bahwa kalian masih kecil untuk paham dan masuk dalam keberatan bunda. 

Dan mungkin ini bukan hanya dalam dunia kepengurusan anak2, terkadang aku lupa, bahwa nasehat yang aku berikan dengan tulus dan cinta belum tentu akan dapat diterima dengan lapang dada, niat kebaikan untuk menciptakan kemandirian belum tentu dapat langsung terlaksana. Karena tiap individu adalah berbeda, mereka bukan dirimu, jangan memaksa untuk menerima apa yang kau beri, cukuplah dengan sedikit empati. Ya, aku harus lebih menahan diri kini.

-----

Fadhl : Bunda, makananku dari bekal sekolah belum aku habiskan

Ibu : Kenapa tidak dihabiskan nak, ini kan pilihan ade untuk makanannya

F : iya bu, tapi tadi ade sudah kenyang 

ibu : baiklah, sekarang habiskan sesuai dengan janji ade

F : Tapi nasinya sudah dingin, ade tidak mau makan yang dingin

Ibu : No, ibu tidak mau memanaskan lagi, makan, atau tidak sama sekali.

fiuuhh betapa hari yang kacau semenjak pagi, merusak kesabaran ku hanya untuk hal sepele. Lalu aku keluar dari kamar setelah menenangkan diri. Terlihat bocah cilikku sedang duduk di karpet dan memakan bekal makan siangnya, perlahan ..... 
dan aku menangis.....
Maafkan bunda ya sayang.... 

Televisi - Berdasar Jan 12, '12 1:27 PM

Kemampuan verbal nya Fadhl boleh dibilang berkembang sangat pesat, perbendaharaan kata-kata pun sudah semakin banyak. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengaruh kakaknya yang lumayan rajin berbicara. Kalau ibunya memang cenderung pendiam, tapi lebih berfungsi sebagai pengkoreksi atas perkataan yang salah atau tidak pada tempatnya.

Pengaruh lain memang terus terang berasal dari televisi. Memang sih dulu pernah niat untuk menghentikan penggunaan televisi di rumah, namun apa daya, saya sendiri tidak bisa dibilang kreatif dalam mengisi waktu luang anak-anak, disamping itu ketidakberadaan asisten yang bisa membantuku mengerjakan pekerjaan rumah, menyebabkan aku sendiri tidak memiliki waktu berlebih untuk menemani fadhl. Jadi ya memang kompensasinya adalah televisi.

Sadar sekali kalau kualitas tayangan TV swasta di indonesia, sangat-sangat kurang mendidik, ada beberapa tayangan yang bagus, namun sebagian besar banyak mengumbar berita seram, aurat yang bergelimpangan, cerita yang penuh kebohongan dan berbagai hal yang kami sendiri tidak nyaman. Dan akhirnya kami memutuskan untuk menyewa TV berbayar agar ada sedikit tambahan informasi dari beragam saluran tv pendidikan. 

Saluran yang rutin ditonton anak2 itu untuk fadhl ya disney junior, cbabies dan sejenisnya, kalo mas ghi biasalah dia saluran olahraga dan binatang2, maisaan seneng natgeo dan saluran teknologi, mba putri suka phineas and ferb (ga ngerti itu saluran apa) trus ama cesar si dog whisperer. Kalau yang bareng2 kita tonton paling masterchef, amazing race dan game2 yang informatif. Nah kalau malam, giliran emaknya, sambil nunggu tidur atau nunggu bapaknya pulang kerja, hobiku ya nonton NCIS, CSI, Criminal minds atau sejenisnya lah. Tapi emang jarang juga sih nonton, secara kalo malem rasanya mendingan tidur ketimbang nonton, hehehe.

Kami sih masih ambil sisi baiknya aja, dari tontonan yang mereka lihat, mereka mengenal dunia binatang, cara kehidupan binatang buas, masalah kesehatan, cara pertumbuhan tumbuhan, dam beragam informasi yang positif bagiku. Disamping itu, kamipun memang tetap membatasi tontonan mereka, sepulang sekolah, kami ijinkan mereka sejenak nonton, seraya mereka istirahat. Jam 6 TV mati sampai jam 8 malam, sampai mereka tidur. Pagi2 tidak kami ijinkan menonton karena mengganggu aktivitas pagi.

Untuk Fadhl sendiri, kosa kata nya bertambah banyak dengan melihat saluran tv anak-anak, dampak negatifnya, beberapa kalimat yang terucap seperti pengucapan para dubber, bahasa indonesia yang baku dan cenderung kaku. Nah disini peranku mulai berjalan, yaitu mengoreksi cara pengucapan dan penggunaan kalimat untuk pergaulan dan untuk penulisan. Dulu sempat bahasanya kaku sekali, tapi sekarang dia sudah bisa membedakan kalimat untuk berbincang dengan kalimat yang baku. 

Memang pendidikan tidak bisa berlaku satu arah, menyerahkan pendidikan anak pada sekotak alat elektronik itu hanya menjadikan mereka pasif dan tidak dapat mengaplikasikan dengan benar apa yang dilihatnya, jadi tetap butuh bimbingan dan komunikasi dua arah antara anak dan pengasuh, ya dalam hal fadhl, tentu saja si pengasuh ini ya si emaknya, yang super duper full job. 

Ya begitu deh... walau sebagian waktu aku serahkan pada si tv buat nemenin fadhl, tapi lebih banyaknya tetap dia ada dalam pemantauanku. Kita ambil bagusnya, kita hindari jeleknya.

Oh ya, kemarin dia mengenalkan satu kata yang sempat membuat aku bingung, yaitu kata "berdasar". Asal muasalnya sbb :

Kondisi hujan rintik diluar 

Fadhl : Bunda, boleh ga aku main hujan 
emak : sebaiknya tidak dulu ya, hujannya tidak besar, dan kondisi ade fadhl sedang kurang bagus, mandi hujan  bisa menyebabkan ade sakit dan ibu tidak mau ade sakit.

*fadhl mendengar dan berpikir

fadhl : hmmmm baiklah, bila ibu berdasar 

Aku sendiri sempat bingung dengan maksudnya, tapi setelah dipikir-pikir, arti dari kalimatnya adalah bila ibu memiliki alasan. Jadi bila ibu berdasar adalah bahwa ibu memiliki dasar2 untuk menghalangi keinginannya bermain hujan. Hmmm ada-ada aja dah. Aku sendiri belum mengetahui apakah penggunaan kata berdasar itu adalah benar atau tidak , kalau secara logika sih bisa dimengerti ya, hanya saja tidak lazim digunakan. Karena biasanya 'berdasar' selalu digabung dengan akhiran 'kan' dan akan  menjadi 'berdasarkan' .

Wadduh, aku sendiri tidak jago bahasa Indonesia, tapi sempat penasaran juga apa kalimat ini benar atau tidak, dan sementara itu kami biarkan dia berkata seperti itu, karena kami sudah paham maksudnya. Jadi PR deh buat ibu untuk belajar bahasa Indonesia yang benar...

*note : capslock rusak, jd penulisan tdk sesuai eyd, penggunaan huruf besar dan kecil ga beraturan.. hehehe