Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

Weaning nya fadhl Apr 14, '10 3:57 PM


Sebetulnya tadi mo nulis kisah lain, eh trus kebawa ke postingannyaWati tentang Azri , jadinya keinget buat cerita proses weaning nya Fadhl .

Setelah gagal berkali2 buat nyetop nen nya Fadhl, sampai terakhir aku nyerah karena kemarahan dia , akhirnya dia berhasil menghentikan kebiasaannya buat nen , dengan sendirinya, tanpa paksaan, tanpa aku harus marah2, tanpa oles ini itu , semua berjalan smooth aja, sampai kalo dipikir2 bingung juga, kenapa bisa brenti ya... hehehe

Sepertinya sih kegiatan sakau nya dia mulai berkurang setelah aku justru ada di rumah, ga ada asisten sama sekali, yang menjadikan aku sibuk kesana kemari, ke dapur, ke ruang cuci, menggosok, beresin kamar dll, dan tidak memungkinkan bagi dia untuk menyela kesibukan ku itu dengan permohonan nenen nya. Awalnya aku ga niat untuk menjadikan ini sebagai alasan weaning nya dia, dan aku  juga ga pernah nolak kalau dia ngajak main atau minta nen, tp emang Fadhl sangat mengerti ibunya, jadi dia ga akan ganggu ibu nya kecuali ibunya bengong atau bersandar bentaran di tempat tidur , nah kalo gitu dia pasti langsung nangkring dan narik2 kancing baju buat langsung minta nen.

Sebagai emak yang merangkap embok (kalo nulis babu tar ga menghargai diri sendiri yak), tentu saja di rumah saat dinas aku selalu berpakaian dinas , aka daster belel, kalo udah gini , fadhl dah emoh deh buat deket2 , katanya ibu bau .... hehehe . Nah satu kunci dah di dapat, dia ga bakal mau nen kalo ibunya pake baju belel dan bau ...hihihi
Tapi sebagai istri yang baik  (uhuk uhuk)  tentu saja ga mungkin juga aku terus2 an pake daster, kasian bener suamiku dikasih pemandangan kurang sedap , jadi  yaa setelah beberes semua kerjaan embok, sang emak kudu mandi dan dandan rapi buat misua dan anak2, daster di lepas , pake gamis or baju rapilah pokoke trus dinas beneran buat nyari nafkah di depan kompie . Nah kalo dah rapi gini nih, Fadhl langsung deh mendekat, nempel2, peluk2 trus rogoh2  (kok kesannya vulgar yak  ) , intinya ya dia berusaha buat bercengkrama dan minta jatah nen dari ku.
Karena kebanyakan baju gamisku ga ada kancing di depan, dia susah dong buat mencapai tujuannya, kalo dah gitu kadang dia maksa buka dari bawah (haddohh makin vulgar) , tapi tenanggg karena posisi aku smbil duduk di depn kompie , dan aku jg nolak lah di mintain nen model gini, akhirnya dia nyerah dengan pertahananku, dan dia cuma bilang, "yaaa baju ibu ga ada kancingnya, payaahhh.... ".
THATS'IT, jadi ternyata ini toh kuncinya, aku ga usah pake baju berkancing lagi .. yippie... Sejak saat itu , tiap siang aku  dah ga pernah pake baju berkancing lagi, tapi karena baju tidur sll berkancing, jadi terkadang suka kelupaan dan dia masih minta, walau sudah ga memaksa seperti biasa.
Waktu berjalan terus dan aku sendiri ga ngerasa in kalau ternyata frekwensi nen di malam haripun sudah berkurang dengan sendirinya, Fadhl sudah jarang terbangun di malam hari, dan sebelum tidur aku usahakan minum air putih dan pipis dulu, kalaupun malam bangun, aku langsung beri air putih tanpa kasih kesempatan bagi dia buat nagih nen.  Dan It works ... tidur tanpa baju berkancing (bukan tanpa baju yaaa) , biasakan dia minum sblm tidur, dan semua berjalan dengan indah dan tenang ... kami bisa tidur tetap dalam pelukan , ga ada senyum marah karena penolakan, dan sepertinya sekarang dia pun sudah enggan untuk nen lagi... Alhamdulillah....

Ternyata menyapih dengan cinta itu lebih indah, tiada paksaan, tiada kemarahan, tiada kebohongan , tiada kesakitan. Semua berjalan dengan lancar disaat kita tidak memaksakan itu terjadi.

Buat yang dalam proses weaning, cobalah dengan perlahan, terus bicarakan dengan perlahan dan lembut, dan mungkin caraku bisa juga di pakai. Alihkan perhatiannya dengan cerita dan kegiatan lain , atau juga jangan pake baju yang ada kancing atau bukaan di depan, jadi dia malas buat maksa nen ... ga ada salahnya di coba toh...

fadhl mo 3 tahun Juni ini, jadi dia mimik ASI nyaris 32 bulan ... hehehe lumayan lama ya, walau setelah 20 bulan dah ga full ASI, tapi tiap malam dia hanya mik ASI , kalau sekarang dia minum UHT kadang2, kadang juga sufor, atau milo .. atau apa aja yang dia mau, tp paling sehari juga cuma 1 botol ...
PR ku sekarang, menghentikannya dari kegiatan nge botol, trus tidur nya yang kudu nimpa tanganku .. tapi yang masalah tidur pake tangan biar aja nanti ah, sayang ... masih mau puas2in tidur berpelukan ama si bontot, nanti kalo udah gede kan ga mungkin banget... heheh

Nikmati dan syukuri apa yang masih bisa di syukuri dan nikmati. Anak adalah anugrah terindah dan tiada bosan aku mengucap syukur atas nya..
Biar kata dirimu "pinter" yang heboh, tapi Alhamdulillah, karena saat dirimu diam dan lesu, itu lebih menyakitkan hati ibu .

Tidur dalam kemarahan Nov 29, '09 6:36 AM

Tidur dalam kemarahan adalah hal yang benar benar aku hindari.. menghindari aura negatif menemani saat saat istirahatku yang tentu saja akan berdampak buruk dalam pikiran bawah sadarku. Sebisa mungkin aku akan berusaha melepas amarah, dalam bentuk apapun, dengan cara apapun. Cara efektif yang mungkin dengan buka2 MP, FB, blogwalking , chatting dll  yang berbentuk hiburan, namun yang tetap utama adalah mengadu pada sang pemilik jiwa, menumpahkan keluhan dan mohon diberi kesabaran dan ketenangan hati.  Air wudhu menemani disaat akhir aku hendak memejam mata, dan lafadz dzikir berusaha diucap untuk menghantar diri memasuki alam istirahatku.

Itu bisa kulakukan untuk diriku sendiri, namun bagaimana untuk orang lain yang kemarahannya disebabkan olehku? . Walau aku berusaha sekuat mungkin untuk menghindari amarah orang, namun aku juga manusia biasa yang terkadang memiliki kelemahan dan kekurang fahaman akan rasa dan pikiran pihak lain .

Beberapa hari ini Fadhl si bontot selalu tidur dalam keadaan marah padaku, sediihhh banget. Ya awal bermula karena aku ingin nyetop kegiatan menyusunya. Walau aku tau lebih baik dibiarkan weaning secara alami, tp aku dah kesakitan dengan gigitannya. Kalau dia lagi sakit okelah, tp sampe sekarang setiap saat dia bengong , pasti aja nyosor, mending bentar, ini mah nempel aja terus sampe aku pamit mo kebelakang .
Negosiasi dah dicapai , bahwa dia janji ga akan nen tapi meluk aja, yaaa namanya janji anak 2,5 th, sekarang janji , 1 menit jg dah lupa.  Dan karena kondisi tubuhku jg sedang tidak fit, dengan terpaksa aku menolak keinginan dia, dia memaksa, dan aku memalingkan tubuh untuk menghindar darinya. Dia terus merayu, memaksa sampai akhirnya teriak dan marah... marah yang semarah2nya, sampai bapaknya pun tidak digubris untk merayunya. Aku sudah berusaha merayu, memeluk dan meminta maaf padanya, namun ternyata rasa tersinggungnya sudah terlanjur tertanam ... hiks ... sediiihh banget saat itu, aku merasa bersalah dan aku terus terang takut kalau dia mendendam dan menjadikan kekesalan itu ada dalam bawah sadarnya bahwa ibunya pernah menolaknya.

Aku sudah berusaha ngalah dan bersedia untuk dia nen lagi, tapi tetap ditolak, tangisan histeris terus di kumandangkan, sampai dia tertidur dalam tangisnya..

Ya Allah... aku sedih sekali, aku salah... mungkin bukan begini caranya untuk menghentikan kegiatan menyusunya. Padahal aku sudah berusaha selembut mungkin dengan mengajaknya bernegosiasi dan memberi ganti dari kegiatan nen nya..  namun ternyata dia belum bisa juga melepaskannya dan begitu marah pada diriku.pdhal dia udah lelah dan merem, tp krn marah masih nangis juga dia, ibunya iseng, difoto aje deh biar dia tau 

Malam itu aku tatap wajahnya, garis wajahnya masih begitu keras , menampakkan amarah yang sangat.. begitu teriris hati ini, mengapa mesti seperti ini kejadiannya.Ini tidur masih manyun ...

Dan malam malam berikutnya, dia menghindar jika aku ingin memeluknya, dia hanya berkata,  ndak oleh nen ya nda.. nen nya atit ya nda.. ade peyuk aja ya nda...  dan saat aku menyetujui ucapannya, dia palingkan muka dan tidur dalam amarah, dia menolak untuk kupeluk, dia menolak untuk kesentuh, dan dia tertidur dalam amarahnya...

Dan itu berlangsung selama 4 hari.... tiap malam aku menatapnya tidur dengan bibir manyun, walau kadang malam2 aku rubah posisinya supaya berada dalam pelukanku, namun butuh waktu untuk dia menerima pelukanku itu.... dan akhirnya pertahananku goyah, saat dia merayu kembali untuk nen... aku tak kuasa untuk menolaknya, dan kembalilah dia dalam cerianya... tidur dengan senyum manis dan pelukan mesra memeluk tubuhku di sela kegiatan menyusunya....
yaaaa biarlah.. daripada aku melihatnya tidur dalam amarah, dan aku sedih , mungkin suatu saat dia akan brenti sendiri, toh cuma malam doang palingan. Aku ngalah deh dengan rasa sakit ini, aku ngalah deh  dek ... toh kamu jadi bayi ga akan lama lagi ....
and one more time... emak kalah lagi....

[EVENT SHARING ASI] Setahunku ber ASI … Aug 28, '08 7:38 AM

Tulisan ini mudah2an bisa menjadi penyemangat bagi semua calon ibu dan ibu yang baru memiliki bayi ataupun ibu yang selama ini belum mengerti dan belum pol semangatnya dalam berASI.
Mungkin sedikit terkesan norak , namun bagi pribadiku sendiri, apa yang telah aku lakukan, aku rasakan, aku perbuat memiliki nilai kebanggan tersendiri bagi diriku . Bagaimana aku ingin memberikan apa yang sudah menjadi HAK bagi buah hatiku dan juga memberikan apa yang sudah Allah berikan kepada ku untuk menjadi perantara sambungan hidup bagi titipanNYA.
Aku menganggap hal ini adalah suatu hidayah bagiku, dimana mata, hati, pikiranku terbuka dan menyadari begitu banyak hal yang telah terlewati dengan sia sia , begitu banyak informasi tak berdasar yang seolah menjadi patokan bagiku karena kebodohanku sendiri, sehingga aku sadar dan menganggap bahwa tiada kata terlambat untuk memulai sesuatu hal yang baik
Saat hamil Fadhl, aku tercebur ke dalam milis kehamilan , yang meruntun ke milis sehat dan berkoneksi ke milis asi for baby ... Saat pertama membaca sharing dari smart parents serta dokter di milis2 tersebut aku selalu tercekoki dengan pola hidup sehat, pola rasional dalam penggunaan obat serta pemahaman tentang penting nya ASI bagi  masa depan anak. Dilanjut dengan keikutsertaanku pada PESAT di Bogor tahun 2007 yang semakinmenantapkan niat dan semangatku untuk memberikan ASI kepada Fadhl saat lahir nanti. Penyesalanku akan hal yang telah lalu dimana aku tidak dapat memberikan ASI eksklusif kepada ke 3 anakku sebelumnya , menjadi semangat tersendiri dan tantangan buatku untuk membuktikan kebenaran dari semua yang telah kuketahui tentang kegunaan serta manfaat ASI . AKu tekadkan diri sendiri untuk mampu dan siap memberikan ASIX dengan segala halangan yang mungkin terjadi bagi diriku nanti.
Semua informasi tentang ASI aku pelajari dengan sebaik baiknya, dimulai dari IMD, rooming in saat baby lahir di rumah sakit, tantangan sufor yang mungkin diberikan suster di RS, dukungan suami, keluarga, lingkungan, penghalang dari fisik seperti putting datar, bingung putting, nursing strike, putting lecet, mastitis dan hal lainnya aku pelajari dan aku coba kuasai. Begitu juga dengan manajeman ASI dan teknik memerah dan seluk beluk mengenai ASI perah. Semua aku coba pelajari sehingga aku siap dan tekadku juga terbekali dengan kesiapan fisik dan mental.

Sebelum lahir Fadhl, aku perkenalkan konsep ASI ini kepada suamiku dulu, minta dukungan tentunya, karena dukungan suami adalah yang terbaik demi kesuksesan ini. Alhamdulillah abang sangat mendukung sehingga tidak masalah buatku, dilanjut dengan dokter, rumah sakit tempat aku akan melahirkan nanti.
Akhirnya 25 Juni 2007 pukul 19.08 lahirnya putra ke 4 kami, M.Fadhl Albani Putra, setelah dibersihkan sebentar oleh suster, Fadhl langsung diletakkan di dadaku, bukan posisi IMD sempurna, karena ternyata suster langsung meletakkannya di putingku untuk mencoba menyusu padaku. Alhamdulilah refleksnya langsung ada, dan aku menyusuinya selama 10 menit, walau aku tidak merasai dia merangkak mencari sendiri putingku, namun sensasi sentuhan bibirnya yang mencari kehangatan ibu nya dan mencari ketenangan lewat hisapannya adalah hal yang tidak dapat aku ungkapkan dengan kata kata… indahhh sekali, semua kesakitan saat melahirkan serasa hilang dan terganti dengan ucapan syukur atas nikmat ini.
Aku tidak kesulitan untuk meminta rooming in, sehingga malam pertama aku tidur dengan fadhl dipelukanku. Namun hari ke-2 tengah malam aku setengah sadar, suster datang dan minta ijin mengambil Fadhl untuk diletakan di ruang bayi, alasannya biar aku bisa istirahat. Dan salahnya aku, aku mengiyakan saja, namun aku tegaskan supaya segera memberikan fadhl saat fadhl menangis dan haus. Subuh aku bangun, dan aku mintakan Fadhl kepada suster, Fadhl datang dengan kondisi tidur, dan suster dengan bangga dan tersenyum malah berkata ”bayinya minumnya pintar bu, tadi habis 40 ml loh”
Whakssss... jelas aja aku kaget dan panik dan setengah teriak aku berkata ”siapa yang suruh suster kasih bayiku sufor? ”. Suster itu kaget juga dengan reaksiku dan hanya berkata kalau tadi Fadhl nangis dan pastinya aku sedang tidur, jadinya langsung saja dikasih sufor. Lemas aku dengar pernyataan suster, aku marah, aku kesal dan aku tegur keras suster itu karena telah melanggar apa yang sudah aku perintahkan, karena memang sejak baru lahir, aku sudah sounding ke semua suster kalau aku ingin ASI eksklusif, no sufor sama sekali. Tapi apa yang terjadi sungguh mengecewakan aku, 40ml itu serasa noda bagi niat kerasku.
Suster itu berdalih bahwa ASIku masih sedikit dan tidak akan mampu mengimbangi kebutuhan bayi, aku jawab bahwa lambung bayi masih kecil, dan satu sendok ASI ku sudah cukup untuk kebutuhannya, lalu suster itu bilang, kalau bayiku tetap rewel karena lapar, aku jawab bahwa tangisannya bukan berarti lapar, dia butuh ibunya, dia butuh dekapan ibunya, karena bahasa bayi hanya menangis, ya jangan selalu diartikan lapar. Lalu setiap aku menyusui, suster itu nungguin dan mencibir kalau dia ga yakin ASI ku banyak... saat itu aku sengaja menyombongkan diri dan menyatakan dengan yakin bahwa ASI ku banyak dan suster ga usah ikut campur dengan urusan ASI ku. Hehehe.. galak ya, abisan kalau ga digituin anakku bakal dicekokin sufor lagi.. heran banget deh, semangat banget promosi sufor nya...
Padahal.. kalau mau jujur, saat itu aku agak sedikit frustasi karena asi ku memang belum banyak keluar, aku masih susah memperoleh posisi latch on yang baik dan rewelnya fadhl. Tapi mungkin kesombonganku itulah yang membantuku untuk mendongkrak semangatku, aku harus membuktikan bahwa aku mampu memberikan hanya ASI, ASI dan ASI kepada Fadhl, bahwa rewelnya fadhl bukan dari haus dan lapar, dan aku mencari posisi latch on yang terbaik sehingga kami berdua nyaman .
Dan .. yaa. It works... hari ke 4, ASI ku melimpah, fadhl dan aku bisa berinteraksi dengan baik dan semua kendala telah terlewati. Bahagianya aku …
Minggu ke-4 :Aku harus mulai memanage ASI ku, untuk mengantisipasi saat aku harus meninggalkan fadhl untuk bekerja. Kegiatan memerah mulai aku lakukan. Sedikit, sedikit, aku tabung ASI ku di freezer, sesuai dengan petunjuk . Saat pertama memerah, blom bisa langsung banyak, terkadang untuk mendapat 20 ml saja susahnya minta ampun. Namun aku ga boleh nyerah… buka buka lagi artikel ASIP dan mencari cara termudah untuk memerah ASI dengan tangan. AKu  mulai rajin memassage PD ku, mempelajari teknik marmet dan mengatur jadwal ku memerah sehingga tubuhku bisa membaca pola yang aku buat. Semakin lama volume meningkat dan sampai aku mulai kembali bekerja di minggu ke 6 aku sudah menyimpan sekitar 30 botol @ 120ml untuk memenuhi kebutuhan Fadhl .
Minggu ke-6
Saatnya balik kantor , berbekal cooler bag yang aku beli di Grand Launchingnya  AIMI di Cikal, aku mulai kegiatan memerah di kantor. Untungnya ada 2 rekanku yang juga masih memerah, jadi aku ga kesepian untuk memerah di gudang. Ya kami terpaksa memerah di gudang, karena memang tidak ada tempat lagi yang lain untuk kegiatan ini. Sebelumnya menurut temanku ada ruang rapat kosong, namun saat ini sudah digunakan untuk ruang karyawan OJT, jadi ya sudahlah .. yang penting lumayan bersih, walau agak pengap karena gudang logistik. Hari pertama memerah di kantor aku membawa pulang 400ml , lumayan untuk bekal esok hari . Hari  hari berikutnya aku rutinkan jadwal memerah 3-4 kali sehari dengan waktu 10-15 menit. Alhamdulillah ga ada kendala dan aku bisa membawa pulang ASI ku setiap hari sekitar 400-500ml sehari.

Bulan ke 3
Fadhl nursing strike... wahh bawaannya ngamuk mulu tiap di susu-kan. Ga panik dong, kan udah tau akan kemungkinan ini. Aku tetap ngasih ASI langsung padanya, dimulai dengan saat tidur, lalu mencari posisi nyaman , tinggalkan interaksi berlebih, trus ajak bicara dengan lembut. Hari ke 3 semua teratasi dan, Fadhl kembali menyusu dengan normal.. rakussss... hehehehe....
Bulan ke 4
Bulan Ramadhan . aku tetap  berniat untuk memerah di kantor , walau sebetulnya tidak mengapa untuk tidak puasa, karena niatku demi kesehatan anakku. Tidak ada halangan berarti memerah saat puasa, memang terkadang aku pusing sekali setiap habis memerah, karena biasanya kan saat memerah, bekalku lengkap, yaitu air minum 1 botol dan crackers, tapi saat puasa begini jadinya aku suka pusing karena haus dan lapar. Sekitar 5 hari aku batal puasa karena aku nyaris pingsan dan ga kuat sama sekali, mungkin saat itu bekal sahurku kurang sehingga tubuhku tidak bisa menyimpan tenaga lebih.
Pola memerahku saat bulan Ramadhan ini juga aku rubah, yaitu habis sahur, istirahat siang dan setelah berbuka, jadi tidak terlalu mengganggu kesehatan.

Bulan ke 6
Yiippiieee Fadhl lulus ASI Eksklusif .. 6 bulan benar2 ga brasa, ga ada kendala berarti, kecuali beberapa kali ASI ku drop, namun aku semangati diri lagi, sehingga bisa kembali lagi ke volume asal. Memang Allah menciptakan tubuh ini begitu sempurna, hanya butuh peningkatan semangat dan makanan bergizi, maka volume ASI bisa melimpah lagi... Alhamdulillah ..
Oh ya, Fadhl dah mulai dikenalin MPASI (makanan pendamping ASI), semua aku buat sendiri, dari tepung beras putih, beras merah, kacang ijo, sampai makanan hariannya yang aku kasih masih dalam bentuk puree . Kalo masalah MPASI, nanti dibuat jurnal sendiri aja yaaa.....

Bulan ke 7
Stok ASI di freezer sudah melimpah ruah, sudah terlalu banyak, dan aku berniat untuk membagi kepada yang membutuhkan. Aku tahu konsekwensinya, yaitu akan menjadi anak susuku, aku rela kok, jadi anakku tambah banyak kannn....
Sekali aku tawarkan ASIP ku di milis, waahhh permintaan dah langsung melimpah, jadi mohon maaf, aku terpaksa memilih siapa calon anak susuku, akhirnya aku putuskan untuk memberikannya kepada Windy with baby Mikhail (Mikail Faqih Syanditra) , Qq dengan baby khayla (Keilana Rizqi Ramadhania), Lita dengan baby Irvan , dan Pio dengan baby Dinar. Oh ya sebelumnya aku berikan susuku untuk ponakanku, Chayara.True Miranti, putri ke 3 dari kakak-ku. Alhamdulillah anakku nambah 5, jadi total 10 dong ... senangnyaaaa....

Bulan ke-8
Fahdl dah mulai numbuh gigi, nah ini dia yang aku takutin.. dia seneng banget menggerus gusinya di PD ku.. waahhhh sakitnya mak nyoss deh... alhasil lecet lah jadinya.. obatnya?? Ya Asi aja, diolesin, trus diangin anginkan sampai kering, ga lama sembuh deh... simpel kan.... ga kudu ke dokter segala...
Bulan ke 9

Kegiatan di kantor mulai sibuk banget, aku mulai sering dinas luar, dan ini tentu saja mengganggu jadwal memerahku. Hasilnya.... aku kena mastitis. Bengkak parah dan sampai aku demam. Panik ? ga doonggg ... aku kan punya dokternya langsung. Aku kompres panas dan dingin bergantian, aku massage perlahan dan aku coba perah pelan pelan, dan yang jelas aku minta tolong bantuan Fadhl buat menghisap dan mengurangi bengkak-ku. Alhamdulillah 2 hari aku sembuh dan semua berjalan normal lagi...

Bulan ke 11
Kembali aku kena mastitis, kali ini lebih parah, karena ada bintik putih di puting ku dan sakitnya aduhai banget. Sempat diskusi ama mba Alida, namun aku masih observ aja dan meyakinkan diri kalau semua baik baik saja. Treatment ku tetap saja, lokasi luka aku bersihkan dengan benar, aku kompres panas dan dingin, perah semampunya dan minta bantuan dokter fadhl buat menghisap. Recoverynya agak lama, 2 mingguan aku baru sembuh dan volume ASI ku benar2 drop, namun aku tetap yakin kalau aku bisa mengatasi hal ini dengan baik dan semua berjalan baik baik saja.
Treatmentya mulai lagi , massage, atur jadwal perah sesuai waktunya dan makan yang bergizi. Dan semua itu berhasil lagi mengembalikan kondisi ASI ku.

Bulan ke-12
Semua berjalan sangat lancar.. Fadhl masih Full ASI dan aku tidak memiliki kendala berarti. Aku bangga dengan diriku karena dengan banyaknya hambatan, dengan usia ku yg udah ga muda lagi, dengan lingkunganku yang sangat mendukung, aku bisa menjalani kewajibanku untuk memberikan HAK anakku akan ASI.
 
Dan sekarang perjuangan itu masih berlanjut, sayang rasanya bila aku hentikan , dan tidak ada alasan berarti bagiku untuk menghentikannya juga.
Rutinitas itu sudah menyatu di diriku, berangkat kerja dengan perangkat perang, masuk toilet buat memerah, masukin ASIP ke pojokan kulkas, bawa pulang oleh2 ASIP disambut oleh Fadhl dengan senyuman , dan yang paling aku nikmati adalah saat berpelukan dengan Fadhl, merasakan kehangatannya mereguk minuman dari tubuhku... moment yang tidak akan tergantikan.
2 Tahun akan sangat singkat untuk aku tinggalkan ...tidak.. aku masih ingin menikmatinya ....Tulisan ini dalam rangka ikutan Event yang diadakan disini 

Fadhl ga doyan UHT ... Jul 29, '08 10:51 AM

Berhubung stok ASI di kulkas dah bener2 menipis dan posisi udah kejar tayang beneran, akhirnya teteh-nya Fadhl mulai nyobain UHT plain ke Fadhl buat cadangan kalo emang aku ga bisa supply ASI dengan cukup. 
Sebetulnya aku dah bener2 berusaha buat nyetok ASI lebih banyak, tapi karena dikantor juga kerjaan lagi banyak2nya, makanya biasanya setiap hari bawa oleh2 ASIP bisa 400-500ml, akhir2 ini cuma mentok paling banyak 270 - 300 ml, blom bisa nambahin banyaknya lagi, karena frekwensi memerahnya jg ga bisa sesering dulu. Malam2 aku juga dah usaha buat memerah lagi, tapi yaaa karena dah kecapean, kadang dapet, kadang kaga...

Sedih banget karena pengennya full ASI sampe 2 tahun, tapi kondisi dah mentok banget. Tapi tetep aku ingatin asisten di rumah, kalo emang kepaksa baru tambah UHT, tapi kalo bisa, rasa lapar dia dialihin ke makanan aja, dan ASI nya di atur2 supaya cukup 300 ml itu sehari.

Kemarin asisten nyobain juga ngasih UHT, tapiiii... dilepehin ama Fadhl, bener2 ga doyan dia, trus coba disendokin, tettep ga mau.. dan ga lama eh diatas bibirnya timbul lagi merah2 ... waaahhh alergi dia.. Untungnya pas saat itu aku dah pulang kantor dan ngeliat kondisinya gitu, langsung setelah aku beberes dan sholat , aku kasih dia ASI , dan tertawalah dia dan langsung hilang itu merah2... whuaaaa... dia tau enakan susu ibu daripada susu sapi .

Yaaaa.. mudah2an aku bisa nguber kekurangan stok ini, biar Fadhl ga alergian dan tambah sehat...

Atau ada ide ga gimana ngatasin kaya gini ? aku dah usaha lagi nih, memerah 3 kali di kantor, malam2 juga diusahakan 1 kali lagi, tapi volumenya kayaknya rada berkurang deh.. Ooppss ga boleh mikir kurang ya....  oke deh... setel mind set dulu ...
Minta dukungan yaaaaa........

Tekstur Makanan Pendamping Asi ... Mar 17, '08 3:50 PM


6 bulan pertama udah terlewati dengan selamat, ALhamdulilah Fadhl bisa lulus ASI Eksklusif tanpa tambahan apapun. Sekarang tahap ke 2 dalam perkembangan nya, yaitu saat diberikan makanan pendamping ASI. 
Melihat namanya yang disebut sebagai Makanan Pendamping, maka tentu saja ini bukan sebagai pengganti dari ASI. Tapi sebagai pendamping, yang artinya ASI tetap menjadi makanan utama, dan untuk memenuhi kebutuhan lainnya untuk tubuhnya, diperlukanlah makanan pendampingnya itu.
Tahap pengenalan MPASI pada Fadhl ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena memang Fadhl ternyata belom akrab sama yang namanya SENDOK, dan jadilah saat saat awal pemberian MPASI dia tutup mulut dan enggan untuk makan.
Tapi jangan mau kalah dong sama baby... tetap usaha dan perlahan, Alhamdulillah dia sekarang tidak bermasalah dengan segala makanannya dan MPASI berjalan dengan sukses.
Berdasarkan hasil searching, sharing dan baca2 dari berbagai media, ada hal yang ingin aku sharing ke teman2 yang akan memberikan MPASI ke puta/putrinya, yaitu mengenai tekstur makanan nya. 
Dulu terus terang yang ada dalam benakku, anak yang belum memiliki gigi, maka makanannya adalah makanan halus, ya disaring atau atau diblender. Namun ternyata bukan itu yang benar, tetapi pengenalan tekstur makanan kepada anak harus dilakukan bertahap hingga pada usia 1 tahun , anak2 sudah bisa dikenalkan dan memakan makanan rumahan biasa, dan bukan bubur halus/saring lagi.
Pemberian makanan halus yang berkepanjangan menyebabkan anak malas mengunyah dan bukan ga mungkin jadi susah untuk beradaptasi dengan makanan keras (yang harus dikunyah) dan pada akhirnya pertumbuhan gigi juga akan terhambat.
Waktu Putri dulu, aku juga terbiasa memberikan makanan halus, dan ternyata benar2 sulit untuk mengalihkan kepada makanan padat. Alhasil Putri memiliki gigi yang katanya lunak dan tidak terbiasa mengunyah makanan keras. Sampai sekarangpun Putri agak malas mengunyah, makan dagingpun dia males2an, kecuali daging ayam, itupun yang lunak... hmmm repot deh.
Untuk Fadhl aku berusaha untuk lebih baik dan mengikuti apa yang sebaiknya dilakukan, dan barangkali juga share ku kali ini bisa juga jadi panduan bagi teman2 yang mau memberikan makanan kepada buah hatinya.
Bayi pada usia 6 Bulan memakan makanan yang lembut dan semi padat , karena memang bayi belum terlatih untuk mengunyah, sehingga tahapannya adalah memperkenalkan makanan terlebih dahulu. Porsi yang diberikan juga dari yang kecil dulu, misalnya  1-2 sdm pada waktu awal dan kemudian ditingkatkan secara bertahap porsinya sesuai dengan kemampuan lambung masing-masing anak. Jadwal makannya juga paliangan 1 sampai 2 kali sekali . Untuk Jenis makanan yang disarankan adalah bubur beras ASI, buah kukus saring, dan sayuran.
Untuk bayi usia 7 - 9 Bulan makanan yang diberikan masih berbentuk lembut dan bertahap mulai semi kasar, dan saat ini juga bisa mulai dikenalkam dengan beberapa jenis camilan. Untuk porsi , disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Jadwal pemberian bisa 2 sampai 3 kali sehari . Dan Jenis makanan yang bisa diberikan misalnya : bubur, nasi tim , buah, sayuran, dan sumber protein seperti kuning telur, daging sapi, ayam.
Untuk bayi usia 9 - 12 Bulan makanan yang diberikan mulai dengan tekstur yang kasar  dan bahkan di usia 12 bulan sebaiknya anak sudah makan makanan rumahan biasa , camilan juga bisa diberikan, dan sebaiknya camilan buatan sendiri seperti biskuit atau sayur/buah . Porsi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Jadwal pemberian sudah bisa 3 sampai 4 kali sehari . 
Jenis makanan yang bisa menjadi pilihan : dairy product seperti keju, ice cream dan yoghurt  (sebaiknya pilih rasa plain). Ikan dan seafood juga sudah bisa dikenalkan pada usia 10 bulan. Buah juga sebaiknya buah potong dan bukan berbentuk jus atau puree lagi. 

dikutip dari berbagai sumber .

Fadhl Alergi Gandum .... Feb 1, '08 1:32 PM

Baru yakin hari ini, pas tadi pagi aku kasih roti kering gandum , eh ga lama di bagian bawah bibir dan di pipinya udah nongol bintik2 merah. Kata tetehnya mungkin karena gesekan pas dia makan, tapi aku pikir2 ga ah,,, ini kan udah ke 3 kalinya, jadi aku bisa berkesimpulan kalo ini adalah alergi.

Waktu seminggu pertama Fadhl MPASI, aku sempet kasih Oatmeal dan mungkin karena dicampur ASI, makanya ga gitu ketahuan. Tapi emang pas aku ingat2 abis itu pipinya merah2, cuman aku mikirnya ooh mungkin karena gerah, jadi ga aku pikirin sbg alergi.
Trus emang oatmealnya ga sempet dikasih lagi karena asistenku ga ngeh yang mana yang namanya oatmeal.. hayyah....  makanya aku ga ngerti ttg alerginya ini.

Kasus ke dua pas aku kasihin roti gandum buat di pegang dan dijilatin, eh ga lama timbul lagi deh itu merah2 di bawah bibir dan bawah hidung. Ya udah deh, mulai curiga kalau ini alergi, aku ga kasih lagi dong....
Dan kasus tadi pagi bikin aku tambah yakin kalo Fadhl ternyata alergi ama gandum.. kok bisa ya... kirain gandum itu aman dan jauh dari kemungkinan sebagai pencetus alergi. 
Tapi ya sudahlah, sementara di stop dulu gandumnya, nanti kalo udah agak gedean dicobain lagi, barangkali udah makin kuat tubuhnya...

Masalahnya sekarang... siapa yang mo abisin itu oatmeal ya... secara anak2 yang laen pada ga suka... hiks.. terpaksa emaknya lagi dehhhh.. dicobain deh, barangkali aja enak... .

Apa yang salah dengan MPASI FAdhl Dec 24, '07 8:49 AM

Pertama mo ngucapin syukur Alhamdulillah karena Fadhl dah berhasil lulus ASIX.. ternyata tidak sesulit yang aku bayangin... beneran lohh , stok ASIP di kulkas masih berlimpah, apalagi stock di gentongnya ..hehehe... 

Semua berkat support yang bener2 full dari milis AFB dan temen2 MP. Sueer deh kalo bukan dari milis dan MP , ga tau deh, aku pasti bakalan gampang down dan ga pede dengan segala cobaan dalam ber ASIX.

Nahhh sekarang giliran MPASI nihh ... Dari 2 minggu sebelum 6 bulan, aku dah berburu persiapan MPASI.. dah bikin tepung beras merah, kacang ijo, beras putih .. dah ready deh. terus ngeprint semua resep buat 6 bulan dan ditempelin didapur buat bekal nanti.
Nah tadi pagi mulai nyoba dong bikin bubur beras merah dari tepungnya... dah ngikutin contekan trus ngasihnya rada diencerin sama ASI .. tapiiii .. fadhl nolak euyy... malah uek uek-an mo muntah...
apa emang gitu ya.. dicoba pelan2 tapi masih gitu juga.. akhirnya stop dulu cuma masuh 3 sendok.. gpp lah, nanti akan dicoba lagi.

Sebetulnya kondisi Fadhl juga lagi kurang fit sih, dah 3 hari ini demam, dikasih obat paracetamol juga dia nolak, dimuntahin... kenapa ya...
Apa dia masih sangat asing dengan rasa2 baru , secara selama ini yang
dikenal kan cuma ASI.. normal ga sih moms...

Atau ada yang salah dengan penyajian saya... ? Kalo ga salah kan buat minggu pertama MPASI sebaiknya hanya dikasih jenis serealia aja kan.. blom dikasih buah kan... CMIIW. Jadi apa yang salah dong dengan MPASI nya... 

Need support lagi ya buat MPASI Homemade nya Fadhl... thanks dan jangan bosen... :D