Sabtu, 17 November 2012

[MomsGoBlogging] Eksplorasi tiada henti Oct 22, '10 7:16 PM


Bila rumah terasa sepi tiba tiba, itu artinya ada sesuatu yang sedang dilakukan Fadhl.
Bila rumah terasa senyap dan tiada tawa, itu artinya ada sesuatu yang tidak biasa.
Coba cek ke kamar, dimana makhluk kecil itu
Cari di ruang tengah, tetap tak tampak tubuh mungilnya.
Rasa hati mulai gelisah, kemana dia, cintaku ...
Kupanggil dia dengan perlahan... Fadhl... Fadhl sayang .. dimana kau ..
Tiada jawaban ... aku beralih ke taman belakang , Fadhl ... ade dimana ?

Kricik kricik ... suara air perlahan terdengar
Ku melangkah ke tempat cucian
Bak besar berisi lelaki kecil 3 tahun , sibuk bermain air sabun
Bersama cucian yang baru saja selesai aku keringkan
Mau marah ?? Tidak mungkin
Melihat ekspresinya memainkan butiran butiran sabun,
Menggericikkan tangannya dalam lapisan air berlapis busa, sebentar dia berujar memainkan peran.
Aku tetap menatapnya , Mainlah nak , carilah makna dari permainanmu, Agar kau tahu makna itu .. Eksplorasi semua mimpi ..

Dilain waktu terpergoklah dia,
Menggoreskan spidol di lantai putih ruang tamu,
Berkata sendiri disetiap gerak coretannya, bermain peranlah dia ..
Mau Marah ?? Tidak mungkin,
Melihat seriusnya dia menggerakkan tangan dan pena
Melukis apa yang ada di benak polosnya
Teruslah nak ... puaskan dirimu , eksplorasi semua mimpimu ..

Tiga tahun usiamu, tak akan ibu pendam inginmu
Menari, berlari, bernyanyi, meloncat, bergumam, dan segala macam inginmu
Teruslah nak, ibu ada disini disetiap harimu,
Menatap tiap perkembanganmu, dengan doa tulus seorang ibu ...


Bangku tunggu di Bank, dia manipulasi sendiri..oh nooo 


Deee... itu tempat baju jualan bunda...

Bantuin ngepel .. pinterrr
ADA YANG BERANI MARAH AMA COWO GANTENG INI ??? MANA TEGAAAAA

==========
Disertakan dalam Lomba menulis Moms Go Blogging yang diselenggarakan oleh Ayah bunda. Seperti yang ada di my FACEBOOK ... Komen disana dong, biar dapet point gitu.. hehehe 

Amarah dan nada 're' Oct 15, '10 9:19 PM

"Kenapa ibu suka marah marah sama ade? " wadooh perkataan itu bikin kaget banget dan sempet lumayan shock dengarnya. Pertanyaan dari makhluk berumur 3 tahun yang mulai bisa memainkan peran dan memainkan perasaan orang .

"apa maksud ade?"

"iya , ibu kenapa suka marah marahin ade?"

Nah kalo udah kaya gini, berarti dia minta pembenaran, egoisme nya mencuat dan merasa tidak pernah salah, dan yang utama adalah dia ingin memegang kendali
Eitss... emak ga bisa dan ga boleh kalah dong ama anak kecil begini, walau tadi sempet ngerasa bersalah karena udah marahin dia, tapi tetap harus jaga wibawa dan tegas.

Langsung pangku dia, dan bicara dari hati ke hati.. (cieeehhh )

"Siapa yang suka marahin ade?"
"Ibu .."
"kapan ibu marahin ade?"
"kemarin ama tadi pagi, ama semalem"
"Kenapa ibu marahin ade?"
"Ga tau, ibunya sih pengen marah marah aja"   (rrgghh jangan buka rahasia napah)
"Kemarin ibu marah karena apa?"
"Ade mainin cucian ibu"
"Bagus ga tuh?"
"Ga bagus"
"trus kenapa masih dimainin padahal sudah ibu tegur"  (kan udah cape aku nyuci dan keringin, masa mau disiram pake air sabun lagi  )
"Ga tau"
"jadi siapa yang salah?
"ade .."
"kalau salah siapa yang harus minta maaf ?"
"ade "
"jadi ibu salah ga marahin ade? "
"salah ...? "    ==>huaaaa gw masih di salahin aje
"jadi ade maunya ibu gimanain ade?"
"jangan marah2in ade"
"kalo ade salah? "
"dipeluk aja bu "    ==>>  hiks, langsung skak mat nih ...

=======================

Ibu nya langsung intropeksi diri,  ya mungkin kelelahan menyebabkan kadar sabar jadi berkurang, cara menegur yang harusnya bisa lebih bijak jadi terlupakan , ketegasan yang harusnya lebih manis dikeluarkan menjadi erangan amarah yang menusuk perasaan mereka dan dampaknya tentu saja bukan ga mungkin akan membekas dalam lubuk hati terdalam mereka.

Sebetulnya sih udah berusaha keras untuk menerapkan semua teori meredam amarah, tapi pada kenyataannya kan tidak semudah itu, kalau lagi di kejar dengan deretan pekerjaan yang pengennya segera selesai , trus ada aja yang interupsi ini itu, ditegur pelan ga mempan, tegur dua kali masih berlaku sama, dan teguran ketiga sudah tidak bisa lagi memakan nada 're' tapi udah nada ' do tinggi' , terkadang anak anak cuek, tapi tak jarang mereka agak shock dan baru beres.

Terus terang cape juga untuk merayu terus terusan, menggunakan kalimat lembut untuk membenarkan prilaku mereka yang salah ,  yang ada mereka semakin meringankan masalah. Kalimat lembut diteruskan dengan intonasi tegas, tatapan mata memandang lurus kemata mereka, sekali dua kali mempan, selebihnya mereka tetap sulit dikendalikan.

Namun ada satu yang memang aku rasa adalah cara terbijak. Pendekatan dua hati. Lebih lama progress nya , tapi akan berdampak dalam pada diri mereka (insya Allah). Mempertahankan marah dan teriak2 akan tetap membuat mereka ngeyel dengan kemauan mereka, mending lepaskan kegiatan yang sedang kita lakukan, ambil mereka , peluk dan duduk bareng berdua. Tanya baik baik apa masalahnya, dan jangan lupa selalu bilang bahwa kita sayang sekali sama dia.
Berhasil kah ? yaa kadang berhasil, kadang si anak tetap ngambek dan sulit dirayu, kalo udah gini , mending diemin, tegaskan kalau maunya kita begini, ga bisa ditawar..

Ya gitu deh liku2 punya anak, kalo anaknya satu atau dua , pendekatan personal masih bisa rutin dilakukan, nah kaya aku , punya 4 anak, dengan karakter berbeda, pendekatan lebih kepada siapa yang sedang membuat masalah. kalo udah gini, yang ga pernah bikin masalah jadi pengen bikin masalah, supaya bisa dideketin ama emaknya. Nah loh..... aneh kan anak2 gw...

Oke deh children ... mudah2an emak masih sehat dan sadar untuk selalu sabar. Masih diberi kendali terhebat untuk bisa tetap ber-nada "re"  dan memiliki lengan dan dada lebar buat memeluk kalian  (I wish I have dada lebar.. ooppsss)

Menjelang tidur ini, masih aja ada insiden, si bontot ngajak berantem gara2 rebutan laptop ama emaknya. Kali ini emaknya tambleng dan ogah ngalah .. jadi Fadhl tidur sambil manyun... hehehe sorry ya dek, emak mo kerja dulu, mumpung sinyal modem nya bagus  (padahal mo ngempi .. xixixixi)

============
Selamat berakhir pekan, smoga minggu ini adalah minggu yang terbaik bagi semua...

Jatuh (lagi) Oct 14, '10 12:55 PM


Kemarin, untuk kesekian kalinya Fadhl jatuh lagi dengan posisi kepala duluan .. hiks.. Sebetulnya udah biasa dan ga terlalu khawatir selama dia masih sadar, keseimbangan masih bagus, tidak muntah dan berbagai ciri lain yang memang harus dikhawatirkan dikala anak jatuh. Tapi terus terang yang kemarin ini aku ga bisa menghilangkan rasa panik, karena suara dentumannya terdengar sekali dan suara tangisan yang meledak tak tertahankan ditambah besaran benjolan yang aku rasakan sendiri membesar dan membesar dari bagian belakang kepalanya.

Ceritanya kemarin aku sedang merapikan lemari pakaian, dia datang dan langsung naik tempat tidur sambil bilang kalau dia mau liat ibu. Spontan aku langsung bilang supaya dia diam aja, duduk di tempat tidur untuk tunggu ibu. Biasanya aku cuek dan ga pernah ngasih nasehat yang seharusnya dia udah tau itu. Baru saja aku memalingkan wajahku kembali ke lemari, dalam hitungan 2 detik terdengar suara dentuman, keras sekali diiringi  tangisan Fadhl. Astaghfirullah, aku langsung loncat dan menghampiri dia yang jatuh disisi lain tempat tidur. 
Karena dia sadar, aku langsung angkat dan peluk tubuhnya seraya memegang bagian kepalanya yang jatuh tadi, ya dia jatuh dengan bagian belakang tepat sekali menghantam lantai. Seperti kebiasaan ibu ibu lainnya, aku langsung usap bagian yang benjol dengan rambutku, dan saat itu terasa sekali benjolan yang semakin membesar dan membesar. Aku panik, aku menangis sambil teriak ke mamah dan abang . Mamah yang kebetulan sedang nginap di rumah, langsung masuk kamar dan melihat aku yang sedang menangis memeluk Fadhl. 
Langsung aku instruksi ambil es batu, trombophob dan apa aja yang bisa bikin sakitnya reda. Yang lucunya abang malah bawain permen, hehehee.. gapapa lah, akhirnya Fadhl diem juga kok.  Lumayan lama tangisnya reda, aku kembali melihat luka nya, ALhamdulillah tidak berdarah dan perlahan benjolnya mengempis. 
Hari itu aku cukup observasi, sebentar sebentar ngecek temperatur , takut demam, ngecek pup nya, BAK nya, makannya.. Alhamdulillah semua baik baik saja.
Ini benjol , jatuh dari mana yaaa ?

Sebetulnya ini bukan kali pertama, di jahit udah sekali, benjol berkali kali, jontor di bibir, benjol di jidat udah sering banget, tapi jatuh kali ini karena aku lihat sendiri dan mendengar langsung, rasanya suara dentuman dan tangisannya cukup bikin trauma dan stress.  Mudah2an jangan lagi ya dek, ibu ga kuat beneran deh... 
Waktu dulu di jahit

Kita selalu berusaha menjaga , namun kecelakaan sellau ada tanpa bisa kita cegah. Kita hanya mampu menghindari sebisa kita , smoga kita semua terhindar dari hal yang membahayakan.. Sehat terus buat anak2 tercinta dari MPers ... juga MPers nya dong ..

Pengusiran secara manis Sep 24, '10 1:43 PM

Minggu lalu kami (aku, suami dan Fadhl) berkunjung ke Telkom Bogor karena suatu keperluan. Seperti graha telkom lainnya,  selalu disediakan game centre untuk mengisi waktu para konsumen yang bosan nunggu antrian.

Pengunjung ternyata banyak sekali, dan setelah mendapat penjelasan dari bagian informasi, maka keperluan kami akan di handle oleh bagian Flexi home. Suami yang menuju ke bagian itu sedangkan aku membawa fadhl untuk mencari tempat duduk.

Ini memang bukan kali pertama Fadhl ke graha telkom, ja
di dia sudah lumayan familiar dengan kondisi disana. Dengan fasihnya dia langsung menuju tempat game , namun sayangnya kedua terminal yang ada sudah penuh ditempati yang satu oleh seorang anak muda skitar 24 tahunan , sendirian dan sedang serius main game,sedangkan terminal satu lagi yang emang komputernya rusak (dari dulu ga di bener2in) ditempati oleh ibu2 yang lagi ngerumpi bareng tiga temannya. Aku memegang fadhl untuk tetap berdiri saja menunggu ada kursi yang kosong, namun fadhl menarik tanganku sambil teriak mau lihat ikan. Ya sudahlah, aku antar dia ke aquarium yang letaknya berdekatan dengan game centre itu.

Tapi ya namanya Fadhl, kalo tujuannya adalah main 
game, maka dari liat ikan , dia langsung membelokkan badannya dan langsung menuju tempat komputer yang ada anak muda main game itu. Disini perasaan ku udah mulai ga enak, haduh ini anak bakal ngegangguin si om nih. Mau diangkat tapi aku lagi males debat ama Fadhl, jadi aku diemin aja sambil mau tau reaksi si om itu dengan anak anak gimana ya... Aku tetap berdiri di samping akuarium mengamati apa yang akan di lakukan fadhl dan apa reaksi si om itu. Dan kemungkinan teriseng adalah, pura2 ga kenal ama nih bocah kecil kalo ternyata si bocah bikin ulah yang memalukan... hehehehe


Adegan : Fadhl mendekat si Om, merapatkan tubuhnya 
ke om yang lagi asyik main game.
F : Om lagi apa 

Om tetap diam

F : Om, itu ada mainan ikan om, yang ikan aja om => maksudnya main fishing trip , kebetulan di icon komputernya keliatan iconnya.

Om tetap diam

F : Om ga bisa ya main yang ikan yaa.. aku mah bisa , dirumah aku main itu loh om, ihhh om main spongebob ya, aku jg bisa main itu, gampil .... om om pencet balonnya om .. ihhh om payah ... gemover ya om

Om mulai gelisah, bete kali ya score udah gede , konsentrasi pecah ama celotehan si bocah cerewet

F : Om .. ayoo dong main yang ikan, om ga bisa ?  bisa ga om ? om om bisa main ikan ga ? 
==> Fadhl akan terus bertanya sampai dia mendapat jawaban, coba aja kalo om nya jawab, pasti akan ada pertanyaan lanjutan ... hehehe serba salah kan...

F : Yaaa spongebob lagi, bosen ah, eh om ada mainan mejikbol loh om, tuh tuh  (sambil nunjuk2 iconnya)

si Om masih diem, mulai gelisah, duduknya mulai goyang goyang, Fadhl mulai gerecokin mouse yang lagi dipegang si om

F : Om, ade pinjam mos nya, ini klik yang ini om, hayo om

Si Om mungkin dah bertanduk kali ya

Om : bentar ya dek, om lagi main

F : Ohhh om lagi main ya, enakan main ikan om,  seru, om ga bisa ya, om bisa ga ? sini tar ade ajarin  => mulai memanipulasi tempat duduk, pura2 minta pangku dan tangannya mulai megang mouse yang di pegang si om

Om : ini deh .. ade pegang sendiri aja

Dan si Om melenggang pergi ... kalah nih yeeee...

Fadhl : yaaa om nya pergi.. bu, ibu, sini ,  om nya udah pergi, kita main ikan yuk ....

On his 3 years Jul 18, '10 9:48 PM









Tiap hari bersama kamu , indah ... 
Senyum mu begitu bermakna,

Lesung pipi di kanan, mata lebar memikat
Begitu melenakan diriku untuk selalu mendaratkan ciuman di pipi lembutmu


Tak terasa sudah 3 tahun 1 bulan diirmu menemani diriku
Dulu kamu lahir dengan mudah nya walau harus di picu dulu
Lalu kamu membesar dengan tanpa kendala
Dan kini beginilah dirimu


Cerewet .... tanda dirimu sudah bisa mengungkap makna
Walau belum jelas apa yang hendak dikata
Namun ibu tahu bahwa kamu ingin di dengar sebagai manusia


Ga mau di tolong selama dirimu belum butuh pertolongan
Sampai terkadang ibu takut dengan kenekatan mu melakukan sesuatu
Sampai dirimu kesulitan , barulah keluar kata itu, 
Bu, tolong dong, aku susah nih ... 
Dan ibu tak kuasa untuk menolak wajah manis mu itu
Nekat ... ini yang terkadang bikin ibu deg degan
Ga ada rasa takut terhadap kegiatan
Semua dilakukan , bahkan Outbond sudah finish dikerjakan
Walau ama kucing dia masih suka ketakutan


Semaunya ... itu juga menandakan dirimu masih terus bereksplorasi
Mencari mana yang bisa mana yang tidak
Mana yang aman , mana yang bahaya
Lakukan lah nak, dan ijinkan ibu melihatmu dari jauh
Karena ibu tak ingin dirimu terluka

Ego .. itu normal bagi anak seusiamu
Tidak mau dikala dirimu sibuk ada yang mengganggu
Mengambil mainan atau menggodamu
Walau terkadang semua jadi kekuasaanmu .


Iseng , ini kayaknya udah keturunan 
MEncoba coba,  untuk menjadi apa
Buat gelombang busa, main bedak di lantai 
semua itu ternyata nikmat ..



That's oke my love 
Jadilah apa yang kamu mau
Ibu hanya bisa berdoa
Agar kelembutan , kasih sayang selalu ada bagi mu
Menjadi anak yang dapat di banggakan agama
Membawa ibu dan bapak dalam kebahagiaan di syurga
Ibu selalu ada untuk mu, untuk hari harimu
Walau terkadang ibu kesal karena ulahmu
Namun perlu dirimu tahu
Bahwa itulah tanda cinta ibu 



Tidurlah sayang ...
Malam ini tidurlah dalam keindahan
Esok kita bermain lagi
Mencari apa yang dapat dipelajari
Dan mengukil makna dari perjalanan diri


Love you much ...
All My Children 

=============
Ibu masih ngutang mau khitan kamu ya nak, sabar yaaa.... 

Weaning nya fadhl Apr 14, '10 3:57 PM


Sebetulnya tadi mo nulis kisah lain, eh trus kebawa ke postingannyaWati tentang Azri , jadinya keinget buat cerita proses weaning nya Fadhl .

Setelah gagal berkali2 buat nyetop nen nya Fadhl, sampai terakhir aku nyerah karena kemarahan dia , akhirnya dia berhasil menghentikan kebiasaannya buat nen , dengan sendirinya, tanpa paksaan, tanpa aku harus marah2, tanpa oles ini itu , semua berjalan smooth aja, sampai kalo dipikir2 bingung juga, kenapa bisa brenti ya... hehehe

Sepertinya sih kegiatan sakau nya dia mulai berkurang setelah aku justru ada di rumah, ga ada asisten sama sekali, yang menjadikan aku sibuk kesana kemari, ke dapur, ke ruang cuci, menggosok, beresin kamar dll, dan tidak memungkinkan bagi dia untuk menyela kesibukan ku itu dengan permohonan nenen nya. Awalnya aku ga niat untuk menjadikan ini sebagai alasan weaning nya dia, dan aku  juga ga pernah nolak kalau dia ngajak main atau minta nen, tp emang Fadhl sangat mengerti ibunya, jadi dia ga akan ganggu ibu nya kecuali ibunya bengong atau bersandar bentaran di tempat tidur , nah kalo gitu dia pasti langsung nangkring dan narik2 kancing baju buat langsung minta nen.

Sebagai emak yang merangkap embok (kalo nulis babu tar ga menghargai diri sendiri yak), tentu saja di rumah saat dinas aku selalu berpakaian dinas , aka daster belel, kalo udah gini , fadhl dah emoh deh buat deket2 , katanya ibu bau .... hehehe . Nah satu kunci dah di dapat, dia ga bakal mau nen kalo ibunya pake baju belel dan bau ...hihihi
Tapi sebagai istri yang baik  (uhuk uhuk)  tentu saja ga mungkin juga aku terus2 an pake daster, kasian bener suamiku dikasih pemandangan kurang sedap , jadi  yaa setelah beberes semua kerjaan embok, sang emak kudu mandi dan dandan rapi buat misua dan anak2, daster di lepas , pake gamis or baju rapilah pokoke trus dinas beneran buat nyari nafkah di depan kompie . Nah kalo dah rapi gini nih, Fadhl langsung deh mendekat, nempel2, peluk2 trus rogoh2  (kok kesannya vulgar yak  ) , intinya ya dia berusaha buat bercengkrama dan minta jatah nen dari ku.
Karena kebanyakan baju gamisku ga ada kancing di depan, dia susah dong buat mencapai tujuannya, kalo dah gitu kadang dia maksa buka dari bawah (haddohh makin vulgar) , tapi tenanggg karena posisi aku smbil duduk di depn kompie , dan aku jg nolak lah di mintain nen model gini, akhirnya dia nyerah dengan pertahananku, dan dia cuma bilang, "yaaa baju ibu ga ada kancingnya, payaahhh.... ".
THATS'IT, jadi ternyata ini toh kuncinya, aku ga usah pake baju berkancing lagi .. yippie... Sejak saat itu , tiap siang aku  dah ga pernah pake baju berkancing lagi, tapi karena baju tidur sll berkancing, jadi terkadang suka kelupaan dan dia masih minta, walau sudah ga memaksa seperti biasa.
Waktu berjalan terus dan aku sendiri ga ngerasa in kalau ternyata frekwensi nen di malam haripun sudah berkurang dengan sendirinya, Fadhl sudah jarang terbangun di malam hari, dan sebelum tidur aku usahakan minum air putih dan pipis dulu, kalaupun malam bangun, aku langsung beri air putih tanpa kasih kesempatan bagi dia buat nagih nen.  Dan It works ... tidur tanpa baju berkancing (bukan tanpa baju yaaa) , biasakan dia minum sblm tidur, dan semua berjalan dengan indah dan tenang ... kami bisa tidur tetap dalam pelukan , ga ada senyum marah karena penolakan, dan sepertinya sekarang dia pun sudah enggan untuk nen lagi... Alhamdulillah....

Ternyata menyapih dengan cinta itu lebih indah, tiada paksaan, tiada kemarahan, tiada kebohongan , tiada kesakitan. Semua berjalan dengan lancar disaat kita tidak memaksakan itu terjadi.

Buat yang dalam proses weaning, cobalah dengan perlahan, terus bicarakan dengan perlahan dan lembut, dan mungkin caraku bisa juga di pakai. Alihkan perhatiannya dengan cerita dan kegiatan lain , atau juga jangan pake baju yang ada kancing atau bukaan di depan, jadi dia malas buat maksa nen ... ga ada salahnya di coba toh...

fadhl mo 3 tahun Juni ini, jadi dia mimik ASI nyaris 32 bulan ... hehehe lumayan lama ya, walau setelah 20 bulan dah ga full ASI, tapi tiap malam dia hanya mik ASI , kalau sekarang dia minum UHT kadang2, kadang juga sufor, atau milo .. atau apa aja yang dia mau, tp paling sehari juga cuma 1 botol ...
PR ku sekarang, menghentikannya dari kegiatan nge botol, trus tidur nya yang kudu nimpa tanganku .. tapi yang masalah tidur pake tangan biar aja nanti ah, sayang ... masih mau puas2in tidur berpelukan ama si bontot, nanti kalo udah gede kan ga mungkin banget... heheh

Nikmati dan syukuri apa yang masih bisa di syukuri dan nikmati. Anak adalah anugrah terindah dan tiada bosan aku mengucap syukur atas nya..
Biar kata dirimu "pinter" yang heboh, tapi Alhamdulillah, karena saat dirimu diam dan lesu, itu lebih menyakitkan hati ibu .

Tidur dalam kemarahan Nov 29, '09 6:36 AM

Tidur dalam kemarahan adalah hal yang benar benar aku hindari.. menghindari aura negatif menemani saat saat istirahatku yang tentu saja akan berdampak buruk dalam pikiran bawah sadarku. Sebisa mungkin aku akan berusaha melepas amarah, dalam bentuk apapun, dengan cara apapun. Cara efektif yang mungkin dengan buka2 MP, FB, blogwalking , chatting dll  yang berbentuk hiburan, namun yang tetap utama adalah mengadu pada sang pemilik jiwa, menumpahkan keluhan dan mohon diberi kesabaran dan ketenangan hati.  Air wudhu menemani disaat akhir aku hendak memejam mata, dan lafadz dzikir berusaha diucap untuk menghantar diri memasuki alam istirahatku.

Itu bisa kulakukan untuk diriku sendiri, namun bagaimana untuk orang lain yang kemarahannya disebabkan olehku? . Walau aku berusaha sekuat mungkin untuk menghindari amarah orang, namun aku juga manusia biasa yang terkadang memiliki kelemahan dan kekurang fahaman akan rasa dan pikiran pihak lain .

Beberapa hari ini Fadhl si bontot selalu tidur dalam keadaan marah padaku, sediihhh banget. Ya awal bermula karena aku ingin nyetop kegiatan menyusunya. Walau aku tau lebih baik dibiarkan weaning secara alami, tp aku dah kesakitan dengan gigitannya. Kalau dia lagi sakit okelah, tp sampe sekarang setiap saat dia bengong , pasti aja nyosor, mending bentar, ini mah nempel aja terus sampe aku pamit mo kebelakang .
Negosiasi dah dicapai , bahwa dia janji ga akan nen tapi meluk aja, yaaa namanya janji anak 2,5 th, sekarang janji , 1 menit jg dah lupa.  Dan karena kondisi tubuhku jg sedang tidak fit, dengan terpaksa aku menolak keinginan dia, dia memaksa, dan aku memalingkan tubuh untuk menghindar darinya. Dia terus merayu, memaksa sampai akhirnya teriak dan marah... marah yang semarah2nya, sampai bapaknya pun tidak digubris untk merayunya. Aku sudah berusaha merayu, memeluk dan meminta maaf padanya, namun ternyata rasa tersinggungnya sudah terlanjur tertanam ... hiks ... sediiihh banget saat itu, aku merasa bersalah dan aku terus terang takut kalau dia mendendam dan menjadikan kekesalan itu ada dalam bawah sadarnya bahwa ibunya pernah menolaknya.

Aku sudah berusaha ngalah dan bersedia untuk dia nen lagi, tapi tetap ditolak, tangisan histeris terus di kumandangkan, sampai dia tertidur dalam tangisnya..

Ya Allah... aku sedih sekali, aku salah... mungkin bukan begini caranya untuk menghentikan kegiatan menyusunya. Padahal aku sudah berusaha selembut mungkin dengan mengajaknya bernegosiasi dan memberi ganti dari kegiatan nen nya..  namun ternyata dia belum bisa juga melepaskannya dan begitu marah pada diriku.pdhal dia udah lelah dan merem, tp krn marah masih nangis juga dia, ibunya iseng, difoto aje deh biar dia tau 

Malam itu aku tatap wajahnya, garis wajahnya masih begitu keras , menampakkan amarah yang sangat.. begitu teriris hati ini, mengapa mesti seperti ini kejadiannya.Ini tidur masih manyun ...

Dan malam malam berikutnya, dia menghindar jika aku ingin memeluknya, dia hanya berkata,  ndak oleh nen ya nda.. nen nya atit ya nda.. ade peyuk aja ya nda...  dan saat aku menyetujui ucapannya, dia palingkan muka dan tidur dalam amarah, dia menolak untuk kupeluk, dia menolak untuk kesentuh, dan dia tertidur dalam amarahnya...

Dan itu berlangsung selama 4 hari.... tiap malam aku menatapnya tidur dengan bibir manyun, walau kadang malam2 aku rubah posisinya supaya berada dalam pelukanku, namun butuh waktu untuk dia menerima pelukanku itu.... dan akhirnya pertahananku goyah, saat dia merayu kembali untuk nen... aku tak kuasa untuk menolaknya, dan kembalilah dia dalam cerianya... tidur dengan senyum manis dan pelukan mesra memeluk tubuhku di sela kegiatan menyusunya....
yaaaa biarlah.. daripada aku melihatnya tidur dalam amarah, dan aku sedih , mungkin suatu saat dia akan brenti sendiri, toh cuma malam doang palingan. Aku ngalah deh dengan rasa sakit ini, aku ngalah deh  dek ... toh kamu jadi bayi ga akan lama lagi ....
and one more time... emak kalah lagi....