Sabtu, 12 Februari 2011

Fieldtrip : Ke Kebon Raya Bogor playing ball

12-02-2011

Hari ini bunda dan bapak mengajak kami semua ke Kebun Raya Bogor, sebetulnya sudah sering sih, tapi kali ini kami mengkhususkan diri untuk hanya bermain di lapangan, karena waktu yang terbatas.

Alhamdulillah pintu masuk KRB tidak ditutup sehingga mobil kami diperbolehkan masuk, kami dihitung ada 6 orang, tapi karena Fadhl masih berumur dibawah 5 tahun, jadi tidak diwajibkan membeli tiket. Harga tiketnya @  10.000,- dan unutk mobil bayar 13rb, jadi semua 63.000,-

Biasanya kami selalu mengunjungi museum Zoologi, tapi kali ini kami langsung ke area dekat Taman Anggrek untuk mencari lokasi yang nyaman bagi kami unutk bermain bola. Untuk mencapai lokasi kami nyaris mengelilingi setengah KRB, kami melewati pepohonan tinggi dan banyak. Di beberapa tempat terlihat anak-anak muda berjalan, dan juga ada beberapa kendaraan di parkir di pinggir jalan.

Akhirnya tibalah kami di tempat biasa, di samping kebun Anggrek, tapi lapangan biasa yang ada gawangnya ternyata sedang dipakai sekelompok orang yang sedang latihan bela diri, kata bunda sejenis latihan tenaga dalam. Mereka berpakaian merah, dipandu oleh seorang berpakaian putih, tingkahnya aneh, Fadhl tertawa melihatnya, karena ada yang tiba-tiba mundur sendiri, terus bergaya seperti orang lagi ngapain gitu. Kata bunda, mereka sedang melatih pernapasan, dan dulu bunda katanya pernah belajar juga, tapi sekarang sudah ditinggalkan karena tau bahwa itu tidak benar.

Tiba di lokasi yang lowong, bapak parkir mobil, dan kami turun, menggelar tikar dan bunda membuka makanan dan minuman yang disiapkan. Dan kami ... bermain bola... seru deh, ada mas  , abang, bapak dan mba Uti ikutan main, kalau bunda hanya mengawasi sambil mengambil gambar kami.

Fadhl terlihat sangat gembira, walau terkadang dia menangis karena tidak dapat meraih bola, dan akhirnya dia guling-gulingan di rumput tanpa mempedulikan kotor , semua lepas, semua bebas.... Bunda juga hanya mendiamkan, karena ingin tahu seperti apa Fadhl menghadapi alam.

Seru .... semua tertawa, semua berlari, ceria, Fadhl bernyanyi, berlari berkeliling padang rumput yang luas, sesekali merebut bola dengan tangan, lalu mas dan abang marah kemudian mengejar Fadhl untuk mengembalikan bola mereka. fadhl menyerah, dan berguling-gulinglah kembali di tanah berumput.

Koordinasi kakinya dalam menendang bola sudah bagus, lari nya sudah terarah, Fadhl sudah bisa berguling dengan bagus, membalikkan tubuh dengan cepat, melompat kodok dan berbagai kegiatan fisik yang menunjang tubuhnya.

Tidak lama, suasana sudah mulai ramai, beberapa keluarga mulai menggelar tikar dekat kami, memulai aktivitas keluarga dengan cara masing-masing. Ada yang membawa sepeda (sepertinya kunjungan berikutnya mau bawa sepeda untuk Fadhl), ada yang main bulutangkis, ada yang berlari, bernyanyi, main lempar bola, seruuuu sekali.

Waktu sudah menunjukkan 11.00, kami harus pulang.... dan dimana Fadhl ? ternyata dia sedang mendekati seorang gadis kecil yang sedang bermain bola plastik besar bersama bundanya. Dengan gentle, Fadhl mendekati dan mencoba berkenalan dengan si Gadis kecil , tampak lucu sekali, sayang moment itu tidak sempat bunda abadikan.  See.... Fadhl adalah anak yang sangat mudah bersosialisasi, tidak ada alasan takut untuk ber-homeschooling bersama bunda tersayang...

Gaya guling-gulingan 
Team Bola Tasmania




Fadhl cape, jadi di gendong ajah 

Bekal hari ini ... hhehee
Next trip kemana lagi yaaa....

Playing Fingers

Pelajaran hari ini adalah mengenal jari, sebetulnya sih sudah sering diperkenalkan mengenai jari jemari, tapi ya sekedar mengingat lagi dan menerangkan lebih dalam lagi tentang jari tangan dan kaki.

Prosesnya saat hari ini jadwal menggunting kuku, dia duduk di kursi balonnya, dan mulailah bunda menyentuh jemari sembari meminta ijin untuk memotong kukunya.

"Hallo ade Fadhl, bolehkan bunda memotong jari-jari ade ?"
Fadhl di kursi balonnya
"hah? jangan bunda, nanti ade ga punya jari dong.. kukunya aja yaaaa"
"kok bisa ya kukunya cepat panjang, padahal baru minggu lalu ya kita potong"
"kan kukunya dikasih makan, jadi cepet panjang "..hehehe goodboy

"sekarang, ibu mau potong kukunya dari jari yang besar dulu ya , ini jari apa namanya? " bunda menyentuh jari jempolnya
"Jari jempol.... aku tau .... buat maknyooosss" ujarnya sembari menunjukkan jempolnya sebagai tanda enak
"good.... yang ini jari apa hayoo"  agak lama dia terdiam, dan bunda harus memberi petunjuk.  "ini te.....lun...."
"juk.... iya, telunjuk, ade lupa ... ini buat nunjukkkk !! "

ya, satu persatu jari aku tanyakan dan dia masih terlupa akan nama-nama jari itu. Namun untuk tangan satunya, dia mulai mengingat dengan baik, sehingga sesi pemotongan kuku berikutnya kami selingi  dengan pertanyaan mengenai fungsi tangan , dan kaki, berapa jumlah kaki, jumlah tangan , jumlah jari kaki dan tangan, dan diakhiri dengan nyanyian tangan dan kaki.

Tanganku ada dua, yang kanan, yang kiri
Menulis dengan tangan, tanganku sendiri
Kakiku ada dua, yang kanan, yang kiri,
Berjalan dengan kaki, kakiku sendiri

Sambil bernyanyi, dia bergaya, menggoyangkan kaki dan tangannya, seru sekali, kemudian berlanjut dengan mulut, mata, telinga dan organ lainnya. Senang sekali melihat dia bergaya dan bertingkah, menggoyangkan tubuh kecilnya, seraya tersenyum manis .

Inilah bentuk jariku 

Malam hari kami lanjut dengan menggambar jari pada kertas gambar, Fadhl meletakkan telapak tangannya pada sketch book, dan krayon mulai di arahkan mengelilingi tangannya membentuk jari jemari yang menjadi besar itu..

Dia takjub, dia senang sekali melihat bentuk jemarinya dan tangannya.

Sabtu, 05 Februari 2011

Parameter #8 Mencopot kancing baju sendiri

Saat memasang kancing 

Fadhl sebetulnya termasuk yang cepat mandiri, dia bisa melakukan sesuatu sendiri, walau kadang membuat kita khawatir dengan apa yang dia lakukan. Untuk mandi, dia sudah bisa sendiri, masih dengan bantuan untuk membasuh bagian belakang tubuhnya.

Memakai baju, sudah bisa dilakukan dengan bantuan untuk menunjukkan depan dn belakang, selebihnya dia akan laksakan sendiri. Begitupun untuk memasang kancing pada pakaiannya, perlahan namun pasti, dia bisa melakukan sendiri dengan baik.

Mencoba memakai celana
Kadang suka lucu melihat ekspresi Fadhl saat membuka atau memasang kancing, jika dia menemui kancing yang sulit dipasangkan, dia akan berusaha seraya mengernyitkan dahi atau memonyongkan mulutnya. Kami masih puas dengan melihat reaksinya, sengaja kami tidak membantunya sampai dia meminta bantuan dengan sendirinya.

Cara dia memakai celana juga bagus, dia akan duduk di lantai, lalu memasukkan satu persatu kakinya untuk kemudian berdiri dan merapikan pakaiannya. Kita cukup memberikan pendapat, tapi dia akan enggan untuk dibantu sampai selesai. Good boy  !!!

Fadhl termasuk anak yang rapi, dia melakukan sesuatu sesuai urutannya, mandi, sikat gigi, pakai minyak angin, bedak, celana, baju, jemur handuk, menyisirkan rambutnya. Jika salah satu ritual itu tertinggal, dia akan marah atau merajuk. Dan setelah dia selesai sampai rapi, dia akan langsung mengarahkan rambutnya pada bunda untuk dicium seraya berkata "Bu, aku sudah ganteng .. "  .. Yes son, you;re my handsome son...

Kamis, 03 Februari 2011

Parameter #1 Naik Turun Tangga

Berdasarkan Parameter Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun (Sumber: Buku Slow and Steady Get Me Ready oleh June R Oberlander), aku ingin menuliskan perkembangan Fadhl satu persatu.


Parameter #1 :  Naik turun tangga dengan kaki kiri dan kanan bergantian

Di rumah kami memang memiliki tangga, tangga kayu untuk menuju lantai meizanine dan tangga besi untuk menuju ruang jemur pakaian. Sejak Fadhl bisa merangkak, memang bunda tidak pernah memberi penghalang untuk akses menuju tangga tersebut. Bunda yakin Fadhl selalu dalam pengawasan dan supaya Fadhl bisa bereksplorasi dengan apa yang dia bisa tanpa kekangan dan larangan.

Usia 1 tahun Fadhl sudah mulai berjalan, dan tangga memang selalu jadi tempat yang bisa membuat rasa penasaran tentangnya. Apa yang ada di benda berundak dengan langkahan kecil itu. Apa yang menjadi tujuan akhir dari sebuah tangga, apa yang bisa dirasa dari menapakkan kaki di satu persatu anak tangga. Mungkin itu  yang di rasa oleh anak.

Setiap langkah selalu dalam perhatian bunda, yaaa terkadang jatuh, sekali dua kali (padahal sering). tapi di setiap jatuh itu, ada pembelajaran, bahwa lain kali Fadhl harus hati-hati dan merencanakan langkah berikutnya dengan lebih baik.

Sekarang, saat usia Fadhl sudah 3,5 tahun, Fadhl sudah mampu melangkah , menapak satu persatu tangga dengan kaki yang bergantian, sudah tidak buttuh berpegangan, walau bunda selalu mengingatkan untuk tetap berpegangan.

Sebelas undak tangga di ruang tengah dapat diselesaikan dengan cepat, terkadang berlari, cukup membuat bunda ketakutan. Tangga besi belakangpun sudah berhasil dia lalui, walau tetap harus dengan perlahan mengingat jaraknya yang tinggi dan ada lubang di antara step.

Fadhl selalu bernyanyi jika menaiki tangga besi belakang, setiap langkah dia berhenti untuk melanjutkan langkah berikutnya dengan lebih teratur. Dan saat sampai di tujuan, dia akan begitu puas, menemani bunda menjemur pakaian dan Fadhl akan melakukan kegiatan lain yang dia suka... memisahkan pakaian kecil untuk di jemur bunda.


Satu... dua..... tiga... 
aku suka menaiki tangga ....
Empat ... lima ... enam .... 
aku ingin segera tiba di tujuan ...
tujuh... delapan... sembilan ... sempuluh... 
YIPPIEEE aku sudah berhasil ...!!

Mulai Homeschooling

Mulai Homeschooling 

Anda tertarik dengan homeschooling? Anda mempertimbangkan untuk menerapkan homeschooling bagi putera-puteri Anda? Apa yang harus dilakukan? Informasi mengenai apa yang sebaiknya diketahui? 

1. Homeschooling itu LEGAL 

Homeschooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Homeschooling bukan berarti tidak belajar. Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak dan cara anak untuk mempersiapkan masa depannya. 

Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan homeschooling adalah legal. Keberadaan homeschooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU no 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya. 

Lebih rinci mengenai dasar hukum dan ujian kesetaraan. 


2. Apa alasan Anda memilih Homeschooling? 

Banyak alasan orang tua memilih homeschooling. Secara general, alasan utama orang memilih homeschooling adalah tidak puas dengan model sekolah umum dan ingin memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak. Selain itu, ada yang melakukan homeschooling karena ada kebutuhan khusus pada anak; misalnya autis, anak-fokus, berbakat, dsb. 

Identifikasi alasan Anda sendiri untuk memilih homeschooling agar Anda dapat menentukan solusi yang tepat untuk model homeschooling Anda. Identifikasi juga kendala atau concern Anda mengenai homeschooling untuk Anda cari jawabannya. Pertanyaan yang sering muncul diantaranya: apakah saya bisa, kami orang tua yang bekerja, saya tidak pandai, saya tidak sabaran, apakah saya harus mengajar sendiri semuanya? 

Jika Anda memang ingin melakukan homeschooling, ujilah seberapa jauh komitmen Anda terhadap homeschooling putera-puteri Anda. Bagaimana Anda menempatkan homeschooling dalam prioritas pribadi dan keluarga Anda? Berapa banyak waktu Anda yang dapat Anda sediakan untuk homeschooling? 

Homeschooling adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh orang tua manapun yang mencintai dan berdedikasi pada puteri-puterinya. Apapun latar belakang pendidikan atau pekerjaan Anda, tidak menghalangi Anda untuk melakukan homeschooling. Yang diperlukan adalah komitmen, kesediaan belajar, dan bekerja keras. Homeschooling memang bukan sebuah hal yang mudah, tetapi homeschooling dapat dijalankan karena sudah jutaan orang tua yang mempraktekkannya. 

It works and it’s worthed. Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Kerja keras Anda akan membuahkan hasil membahagiakan ketika anak Anda tumbuh dengan gembira dan keluarga Anda berkembang bersama dengan berkualitas. 

Beberapa contoh praktek homeschooling di Indonesia dapat dibaca di sini 



3. Cari informasi sebanyak-banyaknya. 

Cari informasi untuk menjawab pertanyaan dan concern pribadi Anda. 

Di Internet tersedia banyak sekali informasi mengenai homeschooling di seluruh. Carilah menggunakan Yahoo atau Google dengan kata kunci "homeschooling", maka Anda akan mendapatkan banyak sekali link mengenai homeschooling di berbagai penjuru dunia. Untuk informasi mengenai homeschooling di Indonesia, Anda dapat membaca milis SekolahRumah. Atau cari di mesin pencari dengan kata kunci "homeschooling Indonesia". Dari waktu ke waktu semakin banyak informasi dan websites mengenai praktek homeschooling di Indonesia. 

Selain itu, bacalah artikel atau buku-buku mengenai homeschooling. Salah satu buku yang sangat membantu kami memahami homeschooling adalah "The Complete Idiot Book to Homeschooling". Buku itu menjelaskan mengenai homeschooling dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti. 

Hadirilah seminar homeschooling dan berbincanglah dengan orang tua yang sudah mempraktekkan homeschooling bagi putera-puterinya. Seperti yang Anda ketahui, setiap keluarga menjalankan homeschooling dengan cara yang berbeda-beda. Dengan banyak belajar dan menyimak, Anda akan mendapatkan perbandingan untuk rancangan homeschooling yang sesuai bagi putera-puteri Anda dan keadaan keluarga Anda. 

Selama Anda mencari informasi, pastikan semua pertanyaan dan concern Anda terjawab. Mungkin sebagian informasi yang Anda butuhkan ada sini. 


4. Memilih metoda Homeschooling 

Banyak metoda pendidikan yang dapat diterapkan untuk homeschooling. Pilihlah yang sesuai dengan gaya anak-anak Anda belajar. 

Metode homeschooling sangat beragam: mulai yang sangat tidak terstruktur (unschooling) hingga yang sangat terstruktur (school at-home). Unschooling adalah membiarkan anak-anak belajar apa saja sesuai minatnya dan orang tua tinggal memfasilitasinya. School at-home adalah model belajar seperti sekolah reguler, dengan menggunakan buku pegangan seperti sekolah, hanya saja belajarnya di rumah. 

Diantara dua metode itu ada banyak sekali metode belajar yang dapat diterapkan dalam homeschooling, misalnya: montessori, waldorf, unit studies, … 

Secara ringkas, Anda dapat membacanya di sini. Atau, kunjungi situs-situs metode belajar yang ingin Anda ketahui. 


5. Memilih Kurikulum dan Materi Ajar 

Departemen Pendidikan Nasional RI telah mengembangkan kurikulum yang dapat Anda download dengan cuma-cuma di sini. Jika Anda ingin mengikuti ujian kesetaraan, perhatikan kurikulum itu untuk mengetahui sasaran pendidikan yang harus dicapai putera-puteri Anda. 

Jika Anda ingin menggunakan kurikulum lain selain yang dikembangkan Depdiknas, itu adalah hak Anda sepenuhnya untuk memberikan yang terbaik bagi putera-puteri Anda. Pada umumnya, orang tua homeschooling memilih dan menggabungkan bermacam kurikulum sesuai dengan kebutuhannya. Di luar negeri, tersedia banyak kurikulum yang dapat Anda download secara gratis. 

Untuk bahan ajar, Anda dapat menggunakan materi yang sudah Anda miliki, dari toko buku, atau hasil kreativitas Anda. Ide-ide materi pengajaran juga tersedia sangat berlimpah di Internet dan dapat Anda peroleh secara gratis maupun berbayar. Beberapa contoh bahan pengajaran yang dapat Anda peroleh secara gratis dapat Anda lihat di sini. 


6. Bentuk Komunitas Pendukung 

Salah satu prinsip homeschooling adalah memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitar kita (belajar apa saja, di mana saja, bersama siapa saja, kapan saja). Salah satu sumber daya yang harus kita manfaatkan adalah keluarga. Sebarkan rencana Anda mengenai homeschooling pada orang tua, mertua, dan keluarga terdekat sehingga mereka tidak menjadi perintang, tetapi justru menjadi pendukung dan sumber belajar (resource person) bagi putera-puteri Anda. 

Jika ada Komunitas Homeschooling di sekitar Anda, bergabunglah agar Anda dapat bertukar pengalaman dan saling berbagi materi belajar yang dimiliki. Jika di sekitar Anda masih belum ada Komunitas Homeschooling, jadikan diri Anda sebagai pionir bagi homeschooler di sekitar Anda. Semakin banyak teman untuk saling berkaca dan semakin banyak pengalaman untuk berbagi, semakin mudah homescholing dijalankan. 

Beberapa Komunitas homeschooling dan contoh praktek homeschooling ada di sini 


7. Just start it 

Jika Anda sudah mantap menempuh homeschooling, mulailah mempraktekkannya untuk putera-puteri Anda. Jangan menunggu segala sesuatu sempurna dan ideal. Yang terpenting adalah memulainya dan Anda memang berkomitmen menjalankannya. 

Ketika mempraktekkan sebuah metode tertentu untuk putera-puteri Anda, jangan mudah menyerah kalau metode itu tak bekerja baik bagi Anda dan putera-puteri Anda. Ingatlah bahwa setiap anak dilahirkan spesial, mereka mempunyai kelebihan & kekurangan masing-masing. Kakak beradik saja seringkali memiliki sifat dan gaya belajar yang berbeda. 

Lenturkan diri Anda sampai Anda menemukan metode yang paling sesuai. Jangan merasa enggan untuk berubah atau mencoba, karena homeschooling memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk menemukan dan memilih hal-hal yang paling sesuai bagi putera-puteri Anda dan Anda sendiri. Itulah asyiknya homeschooling. 

Tulisan ini tentu saja tidak lengkap dan sempurna. Walaupun begitu, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi Anda. Selamat menjalankan homeschooling; hari-hari yang indah dan tumbuh bersama putera-puteri Anda dengan bahagia! 

Seluruh Artikel saya copas dari http://www.sumardiono.com/index.php?option=com_content&task=view&id=338&Itemid=84 , sebagai panduan saya untuk memulai HS pada Fadhl .
Untuk seluruh informasi mengenai Home Schooling , silahkan berkunjung ke http://www.sumardiono.com